Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yembise menyebutkan Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu dari lima provinsi yang angka kejahatan terhadap prempuan dan anak-anak tertinggi. Empat provinsi lainnya ialah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat.
"NTT menjadi perhatian serius kami, khususnya tentang human trafficking. NTT masuk Zona merah. Kami tengah berkoordinasi dengan aparat penengak hukum, pemerintah daerah, guna langkah pencegahannya," ujar Yohana di Labuanbajo saat berdialong bersama ratusan pelajar, Rabu (22/11).
Yohana pada kesempatan itu juga minta seluruh masyarakat khususnya orang tua, guru, aparat penegak hukum agar senantiasa tetap memberi perlindungan, perhatian khusus kepada kaum perempuan dan anak-anak di bawah umur yang pada kenyataannya masih mengalami ancaman dan kekerasan hingga perbudakan seksual.
Di beberapa negara Asia, terang Yohana, seperti China,Korea, Malaysia, Brunei Darussalam banyak terjadi korban kekerasan seksual yang umumnya menimpa kaum hawa yang diperjualbelikan ke luar negeri. "Sebelumnya mereka dijanjikan kerja dengan upah menggiurkan. Korbanya termasuk dari NTT. Kita harus hentikan secara bersama dari tipu muslihat orang yang memanfaatkan situasi ini," katanya.
Untuk mencegah perdagangan orang secara tersembunyi itu, kata Yohana, koordinasi senantiasa di lakukan kepada ketua gugus tugas yakni para gubernur di lima propinsi yang menjadi target penjualan anak atau prempuan.
"Untuk itu, sistim sedang dibangun. Saya minta orang tua berperan penting dalam mendidik anak, termasuk lembaga pendidikan. Sosialisasi terkait masalah ini terus dan senantiasa dibangun hingga ke pelosok negeri," tegas Yohana.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved