Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH aparat gabungan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi 354 warga dari kampung Banti dan Kimbeli, Jumat (17/11) Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kalikabur yang mengisolasi mereka melarikan diri ke hutan.
Diduga merasa terdesak namun pada Sabtu (18/11) siang tadi mereka kembali melancarkan aksi (balasan) dengan membakar 1 unit Haul truk sekitar pukul 06.00 Wit, di lokasi Lower Wanagon Grasberg, areal Tembagapura, Mimika, Papua.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, mengatakan, sebelum pembakaran Haul Truk oleh KKB yang diduga berjumlah lebih dari sepuluh orang, mereka sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan.
"Langkah-langkah yang dilakukan oleh aparat di tempat tersebut dengan melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga dilakukan oleh KKB," paparnya.
Adapun terkait evakuasi warga di dua kampung, Kombes Kamal menyebut telah selesai dilakukan di bawah pimpinan langsung Kapolda dan Pangdam Cenderawasih pada Jumat.
"Pada saat penindakan terdapat satu personil dari Sat Brimobda Kalteng yakni Bripda Sandy Prasetyo yang mengalami luka tembak dibagian lutut kanan bawah oleh KKB. Korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Tembagapura," ujarnya.
Sementara itu warga yang 'disandera' , kata dia, setelah selesai dilakukan pemeriksaan kesehatan selanjutnya akan dievakuasi ke Kota Timika dengan menggunakan bus yang sama.
"Jumlah masyarakat yang berhasil dievakuasi terdiri dari orang dewasa, anak-anak dan warga asli Papua yang sementara ditampung di Sporthall 66 yang dilanjutkan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang merasa sakit oleh tim medis. Selanjutnya dibawa ke rumah Tongkonan di Mimika," kata dia.
Kombes Kamal menambahkan, upaya penanggulangan terhadap eksistensi kelompok KKB terus dilanjutkan hingga mereka dapat dilumpuhkan karena keberadaan mereka di sekitar wilayah Tembagapura merupakan ancaman nyata. Mereka sewaktu waktu akan terus melakukan penyerangan dan penembakan terhadap aparat keamanan dan karyawan di lingkungan perusahaan PT. Freeport Indonesia.
"KKB selama ini telah banyak melakukan tindak kejahatan. Kelompok KKB yang termonitor melarikan diri ke area ketinggian di wilayah Kali Bua dan itu merupakan suatu kendala bagi aparat keamanan untuk melakukan pengejaran dengan mempertimbangkan kondisi medan yang dihadapi sehingga memerlukan langkah langkah khusus untuk melumpuhkan mereka," pungkas Kombes Kamal. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved