Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

KKB di Tembagapura Adakan Perlawanan Sengit kepada TNI-Polri

MICOM
15/11/2017 09:22
KKB di Tembagapura Adakan Perlawanan Sengit kepada TNI-Polri
(ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

SATUAN Tugas Operasi Terpadu yang merupakan gabungan pasukan TNI dan Brimob mengadakan operasi pengejaran terhadap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pasca penembakan anggota Brimob di sekitar Kota Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Diakui KKB melakukan perlawanan sengit terhadap petugas.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi AM Kamal di Timika, Rabu (15/11) mengatakan operasi pengejaran KKB ditingkatkan lantaran kelompok tersebut memberikan perlawanan sengit kepada aparat.

"Sampai sekarang masih melakukan pengejaran. Mudah-mudahan sesegera mungkin para pelaku dapat kita lumpuhkan dan ditangkap sehingga dapat diketahui apa sesungguhnya maksud dan tujuan mereka," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir ini ujar Kamal kelompok bersenjata itu selalu melakukan penembakan kepada anggota Polri dan TNI, para karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya. Tidak itu saja mereka juga melakukan tindak kekerasan kepada masyarakat sipil di Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura.

Pada Rabu sekitar pukul 03.50 WIT, kelompok bersenjata itu terlibat kontak tembak dengan aparat Brimob Detasemen B Polda Papua, di sekitar Mil 69. Dalam insiden itu, dua anggota Brimob tertembak, satu di antaranya atas nama Brigadir Firman akhirnya gugur setelah peluru bersarang di punggungnya.

Rekan korban, yaitu Brigadir Kepala Rumente luka tembak pada bagian punggung dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Tembagapura.

Kamal mengatakan kontak tembak dengan KKB terjadi saat anggota sedang menelusuri jejak para pelaku penembakan terhadap kendaraan PT Freeport di lokasi yang sama pada Selasa (14/11). Dalam peristiwa sehari sebelumnya itu, sopir kendaraan tersebut atas nama Raden Totok, karyawan PT Puncak Jaya Power, mengalami luka tembak di bagian paha.

"Menindaklanjuti kasus penembakan kemarin pagi di Mil 69 maka langkah-langkah yang dilakukan rekan kami di lapangan yaitu setelah melakukan olah TKP dan kemudian ada perlawanan dari KKB maka ditelusuri jejak-jejak para pelaku. Saat itulah terjadi kembali kontak tembak sehingga satu anggota kami gugur," katanya.

Jenazah Brigadir Firman dalam proses evakuasi dari Tembagapura menuju Timika dengan penerbangan helikopter untuk segera dimakamkan. "Kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga besar yang ada di Timika apakah almarhum akan dimakamkan di Timika atau dibawa ke Sulawesi Selatan," katanya.

Kamal menduga kedua korban tertembak oleh KKB dari posisi samping lantaran saat kontak tembak terjadi, kedua anggota Brimob tersebut mengenakan rompi antipeluru.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya