Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Nurul Arifin-Rully Genggam Tiket Pilwakot Bandung

Budi Mulia
10/11/2017 16:37
Nurul Arifin-Rully Genggam Tiket Pilwakot Bandung
(Dok. MI)

DUET Nurul Arifin-Chairul Yaqien Hidayat (Rully) menjadi pasangan pertama yang memperoleh tiket untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota Bandung 2018. Tiket itu dipastikan oleh dukungan yang diberikan Partai Demokrat kepada pasangan tersebut.

"Surat yang dikeluarkan DPP Partai Demokrat tadi malam merupakan surat tugas yang berlaku dua minggu ke depan untuk menggenapkan dukungan sebelum memperoleh rekomendasi resmi dari partai," jelas Nurul Arifin dalam konferensi pers di salah satu cafe di Kota Bandung, Jumat (10/11).

Dengan dukungan Partai Demokrat, balon Wali Kota Bandung Nurul Arifin bisa dipastikan dapat maju dalam kontestasi pilwalkot. Sebelumnya ia sudah diusung Partai Golkar.

Nurul mengaku sejak memperoleh rekomendasi Partai Golkar untuk maju dalam pilwalkot, dirinya terus berkomuniksi dengan partai-partai politik, termasuk Partai Demokrat. Ia mengakui, dari hasil matriks pemetaan dukungan, partai yang lebih mudah dan minim resistensi adalah Partai Demokrat sehingga intensitas komunikasi terus ditngkatkan.

"Fokus saya adalah membangun koalisi, saat itu saya tidak mengenal Rully, tapi saya melihat partai Demokrat dapat menggenapkan dukungan," akunya.

Terkait sosok Rully sebagai pendamping, Nurul mengaku saat ini sudah ada chemistry. Pertimbangan lain, Rully merupakan tokoh muda, memiliki jiwa entrepreneur, cicit dari pahlawan HOS Cokroaminoto serta yang paling penting punya komitmen untuk bekerja keras membangun Kota Bandung menjadi lebih baik.

Hal itu diakui juga oleh Rully, bahwa pilihannya berpasangan dengan Nurul selain adanya chemistry juga karena adanya komitmen kuat untuk membangun Kota Bandung lebih baik,

"Kami berkomitmen akan bekerja sama dan bekerja keras dalam membangun Kota Bandung lima tahun ke depan, dan kami berkomitmen untuk tidak bermain angka", jelasnya.

Rully berpandangan, pembangunan kota Bandung yang dilakukan pada masa kepemimpinan kang Emil telah baik, namun butuh maintenance, perlu pemelihara sehingga dibutuhkan sentuhan seorang wanita, dan keberadaan Nurul sangat pas sebagai seorang ibu dalam memelihara pembangunan di Kota Bandung.

Terkait masih dibukanya peluang koalisi yang memungkinkan terjadinya perubahan dalam pasangan, hal tersebut diakui Nurul merupakan dinamika dalam politik. Namun secara pribadi ia menegaskan lagi telah memiliki chemistry dengan Rully,

"Untuk bersama membangun Kota Bandung dibutuhkan chemistry dengan pasangan. Saya menemukan hal itu dengan Kang Rully", jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung Deden Hidayat menyebut dinamika politik akan terus berjalan seiring komunikasi politik yang terus dibangun. "Dalam politik tentu ada dinamika sehingga terjadinya perubahan pasangan dalam pengusungan Nurul-Rully masih dinamis, akan ditentukan oleh partai-partai koalisi," terangnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya