Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Negara Harus Hadir untuk Kebutuhan Rakyat

10/10/2017 10:50
Negara Harus Hadir untuk Kebutuhan Rakyat
(MI/BAYU ANGGORO)

BERAGAM kasus memperlihatkan nasib warga tidak mampu harus menelan pil pahit saat berurusan dengan pihak rumah sakit (RS). Bahkan, sejumlah kasus sampai mengakibatkan hilangnya nyawa.

Untuk melihat bagaimana peran kepala daerah dalam memberi kepastian akses dan pelayanan RS terhadap masyarakat, wartawan Media Indonesia Bayu Anggoro mewawancarai Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil. Berikut petikannya.

Bagaimana Anda melihat kasus masyarakat yang kesulit-an mengakses layanan kesehatan dengan baik?
Terus terang saya merasa prihatin. Bagi saya itu (pelayanan kesehatan) suatu pekerjaan yang harus dituntaskan dahulu oleh kepala daerah. Warga Kota Bandung juga tidak semuanya menengah ke atas.

Bagaimana komitmen Anda di bidang kesehatan untuk warga miskin?
Tentu saja, pemerintah harus menjadikan hal ini sebagai prioritas. Pelayanan kesehatan masyarakat harus menjadi program unggulan. Dalam istilah saya, negara harus hadir untuk mendatangi warga. Bukan warga mendatangi negara.

Program apa yang sudah Anda keluarkan untuk memberi layanan kesehatan?
Kami di Kota Bandung saat ini setidaknya punya tiga program kesehatan yang promasyarakat menengah ke bawah. Melalui program itu, warga yang tidak mampu bisa terlayani dengan baik untuk urusan kesehatan. Mulai dari memperoleh makanan bergizi hingga layanan pengobatan.

Apa saja program unggulan itu?
Pertama ada pemberian makanan tambahan untuk melengkapi kebutuhan gizi balita. Ini untuk menuntaskan persoalan gizi buruk pada balita. Kami mendatangi balita untuk memberi makanan bergizi yang dibutuhkan.

Lalu ada program Layad Rawat. Melalui program ini, warga bisa menerima pengobatan tanpa harus mendatangi puskesmas maupun RS. Pasien cukup menelepon 119, nanti akan datang dokter yang memeriksa dan membawa obat. Petugas ini dilengkapi juga dengan sepeda motor ambulans, serta perawat. Program ini untuk membuktikan negara hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tapi, ini bukan pesaing RS, melainkan saling melengkapi. RS dan dokter praktik tidak perlu takut dengan program ini.

Bagaimana mekanisme bila ada yang hendak menggunakan program itu?
Setelah warga menelepon 119, call center akan menghubungi UPT Puskesmas. Kepala UPT Puskesmas sebagai manajer akan menugaskan petugas untuk datang ke rumah warga.

Ada lagi program kesehatan Kota Bandung yang pro-rakyat miskin?
Kami juga membangun RS khusus warga miskin di Jalan Sudirman. RS yang menggunakan gedung milik Mayapada itu untuk warga kelas menengah bawah yang dijamin BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Pokoknya kalau ada problem, di Kota Bandung pasti dicarikan solusi.

Dengan adanya RS itu, warga ekonomi tidak mampu, harus kita urus. Sama halnya dengan mengurus yang mampu.

Apakah Anda optimistis semua ini bisa mengatasi persoalan kesehatan di masyarakat tidak mampu?
Iya. Optimistis. (N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya