Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TNI Serahkan Senjata Milik BNN

06/10/2017 07:14
TNI Serahkan Senjata Milik BNN
(MI/DEDE SUSIANTI)

PELAKSANA Harian Kepala Staf Korem 041 Garuda Emas Bengkulu, Letnan Kolonel Imam Priharso, menyatakan kasus penemuan senjata api di Bandara Fatmawati, Bengkulu, sudah selesai. Senjata ataupun amunisi yang ditemukan pun telah diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu.

“Beberapa pucuk senjata yang ditemukan di Bandara Fatmawati tidak ada masalah dan sesuai dengan prosedur sehingga senjata sudah diserahkan kepada pemiliknya, yakni BNN Provinsi Bengkulu,” ungkap Priharso di Bengkulu, kemarin.

Seperti diberitakan, pada Ra­­bu (4/10) di terminal kedatangan Bandara Fatmawati terdapat 10 koli barang yang dikirim dari BNN RI di Jakarta. Dua koli di antaranya diketahui berisi senjata laras panjang, pistol softgun, sarung pistol, dan rompi antipeluru. Senjata-senjata itu sempat ditahan Korem 041 Bengkulu.

Sementara itu, BNN RI menya­takan penahanan senjata itu karena ada kesalahpahaman saat proses pengiriman.

Kabag Humas BNN Komisaris Besar Sulistiandriatmoko menjelaskan BNN awalnya i­ngin mengirim senjata melalui Bandara Soekarno-Hatta ke Bengkulu. Saat hendak dimasukkan ke ba­gasi, pihak maskapai menya­rankan agar senjata itu dikirim melalui pesawat kargo.

“Petugas kami juga membawa semua dokumennya,” ujar Sulis di Jakarta, kemarin.

Ternyata pesawat kargo itu mendarat di Bengkulu mendahului petugas BNN. Lantaran tidak ada kejelasan dokumen, petugas kargo mengira senja­ta itu ilegal. “Petugas kargo di Bandara Soekarno-Hatta tidak memberitahukan ke petugas kargo di Bandara Fatmawati bahwa muatan pesawat itu salah satunya ialah senjata resmi,” kata Sulis.

Dia menambahkan, pengadaan senjata itu telah direncanakan se­jak dua tahun lalu. Jadi, tidak ada hubungannya dengan permasalahan impor senjata yang tengah dibicarakan masya­rakat.

Di sisi lain, anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Supiadin Aries Saputra menilai BNN RI ceroboh karena pengiriman senjata itu tidak didukung dengan pengamanan yang cukup.

Menurut dia, pengiriman sen­jata melalui travel atau kargo umum rawan disabotase. “Pengi­riman itu seharusnya meng­guna­kan pengawalan petugas.” (Mal/MY/Mtvn/Ant/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya