Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Rempah Berjaya 10 Tahun Lagi

05/10/2017 06:43
Rempah Berjaya 10 Tahun Lagi
(MI/HAMDI JEMPOT)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman mendeklarasikan pengembalian kejayaan 500 tahun rempah Indonesia dari Kota Ambon, Maluku. Deklarasi ditandai dengan penyerahan bantuan anakan pohon pala dan cengkih kepada petani dari 11 kabupaten/kota se-Maluku di Kota Ambon, kemarin.

“Pada 500 tahun lalu, Inggris, Portugal, Spanyol, Belanda, Tiongkok, dan Arab datang ke Maluku karena rempah-rempah. Sekarang, kita deklarasikan untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia, khususnya di Maluku dan Maluku Utara,” kata Menteri Andi.

Sebelum penyerahan bantuan itu, Menteri menggelar rapat kerja terkait dengan program itu di Kantor Gubernur Maluku. Pejabat terkait dari Pemprov Maluku dan Maluku Utara ikut terlibat.

Amran menargetkan dalam 10 tahun ke depan, kejayaan rempah Nusantara, terutama dari Maluku, bisa terwujud. Untuk program itu, pada tahun ini, Kementerian Pertanian mengucurkan dana Rp200 miliar bagi dua provinsi untuk pembibitan cengkih, pala, kayu manis, dan cokelat.

“Untuk mengembalikan kejayaan rempah Nusantara, kami mengalokasikan anggaran total Rp5,5 triliun khusus bibit. Tahun ini, kami kucurkan Rp100 miliar untuk Maluku dan Rp100 miliar bagi Maluku Utara,” tambahnya.

Bantuan untuk program itu diwujudkan dengan pemberian alat mesin pertanian berupa 20 traktor.

Di Bangka Belitung, untuk membangkitkan gairah perdagangan lada, Kementerian Perdagangan menggelar Pepper Day yang berlangsung di Bangka Tengah. Kegiatan itu diharapkan bisa menjadi forum interaksi pemangku kepentingan guna memperkuat perdagangan lada, sebagai komoditas yang menjanjikan.

“Pepper Day merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan komitmen Indonesia sebagai anggota International Internasional Pepper Comunity,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Dody Edward.

Indonesia bersama Vietnam, Malasyia, Sri Lanka, dan India merupakan anggota IPC, yang mengekspor 90% lada dunia. Indonesia menjadi produsen lada terbesar kedua setelah Vietnam. (HJ/RF/WJ/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya