Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengakui sudah ada pembicaraan mengenai rencana Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018.
“Ya baru dilaporkan sedikit-sedikit. Artinya, resminya belum ada,” ucap Jokowi di Jakarta, kemarin.
Namun, Presiden memastikan belum menerima surat resmi pengunduran diri Khofifah dari jabatan menteri. “Sampai saat ini belum saya terima surat resminya,” kata Presiden.
Padahal, Khofifah kerap mendampingi Presiden ke berbagai daerah, seperti saat meninjau pengungsi Gunung Agung di Bali pada Selasa (26/9).
Rencana majunya Khofifah di pilgub Jatim mendapat dukungan dari Partai NasDem. “NasDem pasti mengusung Khofifah. Di Jatim komunikasi politik sudah berlangsung. Kami akan membentuk koalisi bersama Partai Golkar dan PPP,” kata Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate.
Untuk deklarasi dukungan, lanjut dia, menunggu izin dari Presiden. “Respons Khofifah sangat baik. Namun, kami menunggu keputusan Presiden untuk melepas atau mengganti Ibu Khofifah.”
Direktur Alvara Research Center Hasanuddin Ali meng-ungkapkan Khofifah berpeluang menyalip elektabilitas Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.
Hal itu ialah kesimpulan survei Alvara yang digelar pada minggu ketiga dan keempat. Survei melibatkan 1.200 responden yang menggunakan metode multistage random sampling yang tersebar secara proporsional di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Survei mempunyai tingkat kepercayaan 95% serta margin of error +/-2,8%.
Hasanuddin menungkapkan, untuk popularitas, Saifullah Yusuf mencapai 90,2%, Khofifah 86,6%, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 73,9%. Unutk elektabilitas, Saifullah Yusuf di 32,4%, disusul Khofifah 27,7%, dan Risma 16,1%. “Tidak ada yang dominan sehingga Khofifah atau Risma berpeluang meng-ungguli calon incumbent.” (Pol/FL/LN/Ant/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved