Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SUGENG Ibrahim sudah bisa berlega hati. Pasangan calon yang didukungnya untuk pilkada Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Akhwan-Hadi Sucipto, dipastikan bisa mengikuti pesta demokrasi itu dari jalur independen. “Sampai hari ini, dukungan untuk pasangan Akhwan-Hadi sudah mencapai 50 ribu KTP. Jumlah itu akan bertambah 10 ribu lagi karena setiap hari ada 4.000-5.000 KTP dukungan yang masuk,” kata Sugeng, yang menjadi manajer tim pemenangan pasangan Akhwan-Hadi, kemarin.
Tim pemenangan yang sudah terbentuk di 132 desa itu menargetkan bisa mengumpulkan 100 ribu KTP dukungan. “Meski maju lewat jalur independen, kami terus membangun komunikasi dengan partai politik, di antaranya NasDem.”
Untuk bisa maju sebagai calon independen, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kudus, Moch Khanafi, menyatakan setiap pasangan calon harus mengantongi 45.320 TKP. “Sesuai jumlah pemilih yang mencapai 604.305, calon independen harus mendapat dukungan minimal 45.320 KTP.”
Di Kudus, baru pasangan independen Akhwan-Hadi yang sudah mendeklarasikan diri, sedangkan partai politik yang ada masih sibuk dengan membangun komunikasi dan koalisi, termasuk PDIP yang mengantongi sembilan kursi DPRD, dan yang seharusnya bisa mengusung calon sendiri. Pasangan Akhwan-Hadi sejak awal sudah mendapat dukungan dari Partai NasDem.
Nurdin-Aziz populer
Koalisi Partai Golkar-NasDem yang mengusung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakhar pada pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan juga mendapat angin segar. Poltracking Indonesia yang menggelar survei terkait dengan persepsi dan perilaku masyarakat menyatakan popularitas pasangan itu mengungguli kandidat lain.
Ada empat nama sebagai kandidat yang disurvei, yakni Agus Arifin Nu’mang, Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo, mantan Bupati Gowa dua periode, Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng dan Nurdin Halid, Ketua Harian DPP Golkar. Dari empat nama tersebut, yang resmi mendapat dukungan partai ialah Nurdin Halid, yang berpasangan dengan Aziz Qahhar.
“Survei ini mengukur potensi popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas para bakal calon yang akan maju di Pilgub Sulsel 2018. Selain menyurvei perorangan, kami mengukur simulasi pasangan,” kata Faisal Arief Kamil, Manajer Riset Poltracking Indonesia.
Di Palembang, Sumatra Selatan, Partai NasDem menetapkan dukungan untuk pasangan Sarimuda-Abdul Rozak sebagai calon wali kota-wakil wali kota. “Kami sudah menerima surat keputusan DPP Partai NasDem. Partai memutuskan mendukung Sarimuda-Abdul Rozak,” papar Abdul Rozak, yang juga Ketua Partai NasDem Kota Palembang.
Surat dari NasDem itu menepis isu yang beredar bahwa pasangan ini tidak akan bertarung dalam pilkada karena tidak mendapat dukungan. “Insya Allah, setelah ini akan ada dukungan partai politik lain. Minggu depan akan menyusul,” lanjutnya.
Langkah strategis juga dilakukan Partai NasDem di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Kemarin, pengurus partai mengundang para ketua RT dan ketua RW di kota itu.
“Yang pertama, kami minta dukungan dan restu dari ketua RT dan RW untuk maju dalam pemilihan wali kota. Kedua, kami juga minta saran dan masukan dari mereka terkait pembangunan di Pangkal Pinang,” ujar Ketua Partai NasDem Pangkal Pinang, Rinaldi Abdullah.
Sekretaris Partai NasDem Bangka Belitung mengakui partai fokus untuk memenangi pilkada di Pangkal Pinang. “Pendekatan ke RT dan RW merupakan langkah strategis menang di Pangkal Pinang. (LN/DW/RF/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved