Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, terus bersolek untuk bisa maju dalam pilkada Jawa Barat. Meski belum ada partai yang mengusungnya, termasuk partainya sendiri, PPP, Uu terus bergerak.
“Alhamdulillah, saya banyak mendapatkan dukungan dari masyarakat di kota dan kabupaten di Jawa Barat, termasuk di Kota Sukabumi. Tidak hanya sebatas dukungan, tapi juga terbentuknya jaringan untuk kesuksesan saya nanti,” terang Uu seusai mengukuhkan Simpul 08 (Simpatisan Uu Ruzhanul Ulum) Kota Sukabumi, kemarin.
Selain Simpul, pendukung UU juga bergabung dalam Forum Ajang Silaturahmi Kiai, Ulama, dan Santri, serta Barhu (Baraya Haji Uu). Lebih jauh, Uu mengakui belum mengantongi dukungan resmi dari DPP PPP. Akan tetapi, dukungan dari kader dan simpatisan PPP di kabupaten dan kota terus mengalir. “Itu yang menguatkan saya untuk maju pada pemilihan Gubernur Jabar. Untuk meningkatkan elektabilitas, saya terus melakukan silaturahim dengan tokoh masyarakat dan ulama,” tambahnya.
Uu bersedia maju sebagai calon gubernur ataupun calon wakil gubernur. Dia juga sudah menjalin hubungan yang baik dengan Ridwan Kamil yang sudah didukung NasDem dan PKB sebagai calon gubernur. “Saya dekat dengan Kang Emil. Tapi soal pencalonan, saya bukan pengambil keputusan di PPP.”
Soal dukungan terhadap Ridwan Kamil, Ketua NasDem Jawa Barat Saan Mustopa mengaku masih menunggu sikap partai lain yang sejalan. Koalisi NasDem-PKB yang mendukung Emil masih kekurangan kursi untuk maju dalam pilkada Jabar.
“Kami masih menunggu partai lain serius mengusung Emil. Kami menunggu sikap resmi partai, bukan isu di luaran.”
Saan juga mengaku tengah memfokuskan komunikasi politik dengan PPP. Dukungan PPP hanya tinggal menunggu pernyataan resmi. “Soal munculnya isu dukungan dari Partai Golkar untuk Ridwan Kamil, kami tidak mau ambil pusing. Kami menghargai Partai Golkar,” tandasnya.
Saat ditemui secara terpisah, Emil mengaku tidak pilih-pilih partai pendukung. Begitu juga dengan kandidat calon wakil gubernur yang akan mendampinginya. “Saya pengantin, bukan pemimpin koalisi. Saya terus menjaga hubungan baik dengan semua partai politik. Semakin banyak pendukung semakin bagus,” tegasnya.
Di Jawa Tengah, PDIP Banyumas terus menjalin komunikasi dan menguatkan hubungan antarpartai. “Kami sudah bertemu dengan PKB dan PPP,” ungkap Ketua PDIP Banyumas Budhi Setiawan. PDIP, kata Budhi, tidak akan terjebak oleh keinginan bakal calon karena partai merupakan lembaga politik utama. “Bagi PDIP, partailah yang akan menentukan siapa calon nantinya. Kami tidak mau bakal calon yang mendikte partai.”
PDIP Temanggung juga menjajaki kemungkinan berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional untuk mengusung calon bupati-wakil bupati. “Saya ingin dalam pencalonan ini didukung koalisi dengan banyak partai. Untuk itu, saya juga sudah mendaftar ke PDIP, PPP, dan PKB,” kata Ketua PDIP Temanggung, Mulyadi Bambang Sukarno, yang juga petahana Bupati Temanggung. (BY/CS/LD/TS/JI/YH/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved