Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

BPBD Karo Tinjau Zona Merah Sinabung

Puji Santoso
03/8/2017 15:02
BPBD Karo Tinjau Zona Merah Sinabung
(Warga melihat Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi, di Karo, Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Maz Yons)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo, Sumatra Utara meninjau sejumlah area yang dikategorikan sebagai zona merah erupsi Gunung Sinabung.

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Natanail Perangin-angin di Medan, Kamis (3/8) mengatakan Gunung Sinabung mulai kembali rutin erupsi yang disertai awan panas.

Setelah beberapa kali erupsi pada Rabu (2/8), Gunung Sinabung kembali erupsi pada Kamis pagi pukul 07.54 WIB yang disertai awan panas dengan ketinggian 2.000 meter. BPBD Karo menyatakan tidak menginginkan adanya korban jiwa yang muncul akibat luncuran awan panas dari erupsi Gunung Sinabung tersebut.

Karena itu, BPBD didampingi relawan dan personel TNI dan Polri meninjau area di sekitar zona merah gunung berapi tersebut. Peninjauan tersebut dimaksudkan untuk melakukan strelisasi sehingga tidak ada warga atau pengunjung yang memasuki zona merah itu. "Kita hanya memantau dari luar supaya tidak ada yang masuk zona merah," katanya.

Disebabkan masih memiliki aktivitas tinggi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan kepada masyarakat dan pengunjung untuk tidak memasuki area berbahaya di sekitar Gunung Sinabung yang dikategorikan sebagai "zona merah".

PVMBG merekomendasikan zona merah itu berada dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur Gunung Sinabung.

Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar.

Hal itu disebabkan telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus sehingga warga yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai itu perlu meningkatkan kewaspadaan karena bendungan tersebut sewaktu-waktu dapat jebol jika tidak kuat menahan volume air.

Guna mengurangi dampak abu vulkanik BPBD Karo bersama masyarakat juga melakukan penyiraman dan pembagian masker kepada warga yang terimbas abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung.

"Hari ini BPBD bersama petugas lainnya melakukan pembersihan dengankoordinasi pihak terkait. Kita melakukan penyiraman abu vulkanik diwilayah terparah, titik keramaian, sekolah-sekolah, rumah penduduk sertajalan raya yang lalu lintasnya ramai," kata Natanail.

Dijelaskan akibat erupsi, lima kecamatan yang berada di seputaran Gunung Sinabung ikut terkena semburan abu vulkanik,yakni Kecamatan Payung, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Namanteran,Kecamatan Tiganderket dan Kecamatan Kabanjahe. "Lima kecamatan itu kemarin diselimuti abu vulkanik Sinabung. Makanya kita memfokus perhatian membersihkan wilayah itu," jelasnya.

Selain itu, petugas juga membagikan masker kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah, pengendara dan masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah.

"Ada sekitar 2.000 masker yang dibagikan di beberapa titik di Kota Kabanjahe dan sekolah-sekolah, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Tiganderket, Kecamatan Payung. Selain itu, kita juga telah koordinasikan ke puskesmas-puskesmas yang berada di desa untuk ikut membantu dan membagikan masker kepada warganya," tutur Natanail.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya