Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Faktor Ekonomi Jadi Motif Pelaku Bakar Sekolah

Surya Sriyanti
02/8/2017 14:42
Faktor Ekonomi Jadi Motif Pelaku Bakar Sekolah
(MI/SURYA SRIYANTI)

ADA yang menarik saat Kapolda Kalteng Brigjen Anang Revandoko menyampaikan rilis penangkapan pelaku pembakaran 3 sekolah dasar di Polda Kalteng, kemarin (Selasa, 2/8).

Dua pelaku yang ditangkap itu mengaku mendapatkan upah Rp. 500 ribu dari HG yang diduga otak pembakaran gedung sekolah dan sekarang masih dikejar aparat. "Selain karena faktor ekonomi pelaku yang bekerja sebagai tukang parkir dan dibayar Rp.500 ribu oleh penyuruhnya,"ujarnya.

Selain memeriksa 5 orang saksi, menurut Kapolda, kepada aparat SRY mengaku membakar SDN 4 Langkai dan SDN 5 Langkai, sedangkan FA alias OG membakar SDN 1 Langkai dan SDN. 4 Langkai. "Barang bukti yang berhasil kita amankan antara lain handuk bekas yang sudah terbakar, korek api dan botol kecil,"jelasnya.

Dalam aksinya menurut Kapolda kedua orang yang bekerja serabutan itu menggunakan sejumlah cara pada saat membakar, seperti memakai kain busa yang diberi minyak tanah untuk kemudian ditempatkan di ruang yang terbuat dari papan yang mudah terbakar.

Cara lain yakni menggunakan bahan yang dikasih minyak dan menggunakan bambu untuk mendorongnya. Selain itu mereka juga menggunakan botol minuman energi isi minyak tanah dan dilempar ke tempat yang mudah terbakar.

Polisi saat ini tengah fokus untuk melakukan pengejaran terhadap HG yang diduga sebagai otak terjadinya lebaran di sejumlah sekolah dasar dalam sepekan ini di Palangka Raya.

"Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap HG. Salah satu yang kami lakukan yakni dengan membuat sketsa wajah nya,"ujar Kapolda. Para tersangka dijerat Pasal 187 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu paska terbakarnya 9 ruang kelas SDN 1 Menteng di Jalan Yos Soedarso yang terbakar Minggu dini hari (30/7) menyisakan trauma bagi para guru dan murid.

Betapa tidak sebanyak 270 siswa sekolah ini terpaksa harus pindah belajar ke tempat lain yaitu di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) yang lokasinya bersebelahan dengan sekolah mereka yang terbakar.

Salah seorang guru yang sangat terpukul akibat terbakar sekolah ini yaitu Ina Isa Anyuani Wali Kelas V SDN 1 Menteng. "Saya sangat sedih dengan kejadian ini. Apa yang saya khawatirkan ternyata terjadi juga,"ujarnya sambil mengusap air mata.

Ia mengaku sedih karena saat ini baru tahun ajaran baru dan para guru masih memberikan pengatahuan kepada para murib baru di sekolah itu. "Saya tahunya baru subuh dan saya langsung berangkat ke sekolah dan ternyata ludes semuanya," ujarnya.

Akibat kebakaran ini menurut dia dari jumlah total sebanyak 450 murid paling tidak sekitar 270 siswa kehilangan tempat untuk belajar.

Wakil Walikota Palangka Raya Moffid Saptono Subagio mengatakan para siswa yang kelasnya terbakar terpaksa proses belajar mengajarnya dipindahkan.

"Untuk sementara kita pinjam ruangan kampus STIE agar proses belajar mengajar tetap berjalan seperti sediakala, sedangkan siswa sekolah lain yang terbakar terpaksa berganti menggunakan ruang kelas yang ada . Jadi ada yang masuk pagi dan siang," ujarnya.

Untuk diketahui dalam sepekan ini sudah 7 sekolah dasar dan 1 SMK terbakar di Kalimantan Tengah. Sebelumnya pada Jumat-Sabtu (21-22 Juli 2017) dalam kurun 24 jam ada 4 sekolah yang terbakar.

Pertama pada 21Juli sekitar pukul 13.00 wib SDN 4 Menteng yang berlokasi di Jalan MH. Thamrin terbakar. Kemudian di waktu yang sama SDN 4 Langkai yang berlokasi di Jalan AIS. Nasution juga terbakar.

Sabtu(22/7) dini hari pukul 02.00 wib giliran SDN 1 Langkai yang berlokasi di Jalan Wahidin Sudirohusodo Husono terbakar. Terpaut satu jam kemudian SDN 5 Langkai yang berlokasi sama juga turut terbakar.

Selang tujuh hari kemudian (Sabtu, 29/7) sekitar pukul 1815 wib kebakaran juga melanda rumah jaga di SDN 8 Palangka dan terakhir sekitar pukul 03.00 wib Minggu dini hari (30/7) dua sekolah yakni SDN 1 Menteng dan SMK milik Yayasan ISEI di Jalan Yos Sudarso juga ludes terbakar.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya