Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN hotspot (titik panas) di Sumatra Selatan terus meningkat setiap bulannya selama 2017 ini. Berdasar catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan dan dari citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa, tercatat selama Januari hingga Juli 2017 ada 354 titik api di Sumsel.
Tercatat ada pergerakan peningkatan jumlah, dimana rinciannya yakni Januari 9 titik, Februari 4 titik, Maret 22 titik, April 26 titik, Mei 61 titik, Juni 92 titik dan Juli 140 titik. "Total sepanjang 2017 ada 354 titik.
Titik panas ini tidak semuanya adalah titik api. Tim di lapangan selalu melakukan kroscek kebenarannya. Ada yang benar merupakan lahan terbakar dan juga tidak ditemukan kebakaran lahan dan hutan," ujar Kepala Balai Perubahan Iklim dan Karhutla, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (Kementerian LHK) Wilayah Sumatra, Denny Martin.
Ia menerangkan, titik panas ini menyebar di semua wilayah di Sumsel. Bahkan sepanjang 2017 tercatat luasan kebakaran lahan dan hutan yakni 229,54 hektare. Paling sering, titik panas yang terdeteksi sebagai kebakaran lahan ada di Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.
"Karenanya sekarang kita fokus untuk upaya pencegahan dan penanggulangan di dua daerah itu. Karena intensitas laporan kebakaran lahan sering ditemui di dua daerah itu," kata dia.
Sebagai koordinator dari Manggala Agni, pihaknya sudah menyebar 4 daops (daerah operasi) di Sumsel yakni daops Musi Banyuasin, daops OKI, daops Lahat dan daops Banyuasin.
"Setiap daops memiliki 4 regu. Dan disetiap regu beranggotakan sekitar 15 orang. Mereka ini yang selalu siaga dan turun langsung apabila diketahui ada titik panas yang terpantau satelit," jelasnya.
Untuk operasional Manggala Agni, dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap. Hanya saja, kebakaran lahan dan hutan biasa dilaporkan terjadi di sore hari, padahal akses dan lokasinya tak mudah dijangkau. Pada sore hari, helikopter tidak bisa melakukan waterboombing, sehingga tenaga ekstra dari Manggala Agni dioptimalkan.
"Kendala akses jalan yang sulit dan prediksi rawan serta bahaya saat sore hingga malam hari yang menjadi hambatan Manggala Agni dilapangan," kata dia. Selain upaya langsung menyemburkan air di lokasi terbakar, Manggala Agni juga kerap membuat sekat bakar sekitar satu meter di sepanjang lokasi lahan yang telah terbakar.
Hal itu sebagai upaya agar api tidak meluas. "Tapi biasanya api cepat merambat karena faktor angin," terang Denny.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved