Selasa 01 Agustus 2017, 09:47 WIB

Siswa SD di Kudus Dibully Temannya Hingga Trauma

Akhmad Safuan | Nusantara
Siswa SD di Kudus Dibully Temannya Hingga Trauma

Ilustrasi -- Thinkstock

 

KASUS bullying terhadap AR, 9, siswi kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 01, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengakibatkan korban mengalami trauma berat. Sangat disayangkan kasus perundungan tersebut terjadi di kelas oleh sembilan orang rekannya saat jam pelajaran berlangsung.

Kondisi korban perundungan dan kekerasan, hari ini Selasa (1/8) saat dikunjungi Media Indonesia di rumahnya di Desa Nalumsari, Jepara, masih terlihat trauma yang cukup dalam. AR merasa ketakutan setiap melihat orang yang tidak dikenalnya datang ke rumahnya.

Meskipun luka-luka akibat kekerasan yang dilakukan oleh sembilan rekannya saat jam pelajaran di kelas sudah tidak terlihat lagi, namun AR masih sulit diajak berkomunikasi dan hanya beberapa kalimat yang dapat diuraikan dengan terbata-bata tentang kejadian yang mennimpanya.

Kasus ini langsung mendapat sorotan publik, karena cukup tragis penyiksaan yang dilakukan anak-anak seusianya. Korban selain dipukul, ditindih dengan kursi hingga kemaluannya lecet karena ditusuk dengan penggaris besi.

Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus Noor Haniah mengatakan kondisi korban hingga saat ini memerlukan pendampingan khusus untuk memulihkan psikologi akibat penyiksaan yang dilakukan geng di kelasnya yang diduga dipimpin siswa bernama F.

"Korban disiksa oleh teman-temannya satu geng tersebut karena tidak mau menuruti permintaan mereka," kata Noor Haniah.

Kejadian yang menimpa siswi kelas IV SD tersebut, disesalkan Noor Haniah, pada saat masih jam sekolah guru hanya memberikan tugas kepada siswanya dan meninggalkan kelas untuk mengikuti rapat. "Ini bentuk kelalaian sehingga siswa tidak terawasi dengan baik, kami mendampingi korban dan pelaku karena masih sama-sama di bawah umur," imbuhnya.

Kepala Polres Kudus Ajun Komisaris Besar (AKB) Agusman Gurning mengatakan sudah mendapatkan laporan dari kasus bullying tersebut. Saat ini tim dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan perundungan dan kekerasan itu.

"Kita akan tangani kasus tersebbut secara profesional, karena baik korban dan pelaku masih anak-anak," kata Agusman.

Dalam penanganan kasus bullying itu, lanjut Agusman, kepolisian telah memeriksa orang tua korban, selanjutnya nanti akan dikonfirmasikan kepada korban dan pelaku serta puskesmas atau rumah sakit yang melakukan pemeriksaan secara medis. (OL-3)

Baca Juga

MI/Rudi Kurniawansyah

TRGD : Perda Petani Boleh Membakar Lahan Pintu Masuk Legalisasi Karhutla di Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:55 WIB
WACANA Pemprov Kalsel membuat payung hukum, agar petani  diperbolehkan membakar lahan dalam proses pembukaan dan pembersihan lahan...
Dok PCINU

Wasekjen PBNU Ungkap Alasan Pentingnya Santri Kejar Mimpi ke Tiongkok

👤Henri Siagian 🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:23 WIB
Kesepahaman tentang pengaruh budaya Tiongkok di Indonesia di sektor makanan, pakaian, arsitektur bisa dijadikan konten yang menarik dalam...
dok.ist

Relawan Mak Ganjar Jatim Beri Edukasi soal Pertanian Organik di Nganjuk

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 05:36 WIB
PERTANIAN organik kini makin dikenal masyarakat luas, apalagi sekarang ada tren hidup sehat. Masyarakat peduli terhadap makanan yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya