Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Akibat Kelangkaan, Perusahaan Pengemasan Garam Tutup Sementara

Liliek Dharmawan
26/7/2017 16:18
Akibat Kelangkaan, Perusahaan Pengemasan Garam Tutup Sementara
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

KELANGKAAN garam yang terjadi dalam sebulan terakhir berdampak pada usaha pengemasan garam di Banyumas, Jawa Tengah. Pasalnya, sejak sebulan lalu, usaha tersebut sudah tutup karena tidak adanya garam dan merumahkan karyawan.

Pemilik usaha pengemasan garam UD Garam Giat, Setyo Puji Santosa, mengatakan bahwa usahanya tutup sementara karena tidak ada pasokan garam. "Usaha kami tidak jalan jika tidak ada pasokan garam, karena kami melakukan pengepakan garam. Ada puluhan karyawan yang biasanya membantu terpakasa tidak kerja," kata Setyo, Rabu (26/7).

Dikatakan oleh Setyo, biasanya setiap bulannya omset pengepakan garam dapoat mencapai 18 ton. Pasokan garam berasal dari Rembang di pantura Jateng. "Kalau dihitung, setiap bulannya kami dapat melakukan pengepakan sebanyak 18 ton garam. Namun, karena cuaca yang tidak menentu sehingga petani garam di Rembang tidak panen. Sehingga hal tersebut berdampak pada tidak adanya pasokan kepada kami," jelasnya.

Ia mengaku tidak tahu sampai kapan usaha miliknya akan tutup dan merumahkan karyawan. "Sebetulnya, kalau sudah ada pasokan garam, maka usaha kami jelas akan berjalan lagi. Tetapi saya tidak tahu kapan akan dipasok lagi," ujarnya.

Sebaliknya, dia justru membagi-bagikan garam stok yang dimilikinya kepada masyarakat. "Karena perusahaan ini tutup dan stok masih ada, maka saya bagikan saja. Kami sengaja membagikan garam secara gratis, karena saat sekarang garam langka di pasaran dan harganya tinggi," jelas Setyo.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya