Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Tabung Gas 12 Kg Meledak, Tiga dari Delapan Santri Menderita Luka Bakar Serius

Kristiadi
26/7/2017 08:56
Tabung Gas 12 Kg Meledak, Tiga dari Delapan Santri Menderita Luka Bakar Serius
(Ilustrasi)

SATU unit tabung gas berukuran 12 kilogram meledak di dapur umum Asrama Putri Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Kampung Haurkuning, Desa Mandalaguna, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengakibatkan delapan santri mengalami luka bakar. Tiga di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit TMC karena mengalami luka bakar yang serius di sekujur tubuhnya.

"Tabung gas yang dinyalakan oleh Sohibah, 40, sebagai juru masak dapur umum meledak di sebuah dapur umum Asrama Putri Pondok Pesantren diduga selang dan regulator yang terpasang mengalami kebocoran hingga menyebabkan 8 orang santri di larikan ke Puskesmas Salopa dan akhirnya 3 orang dirujuk ke RS Permata Bunda dan RS TMC Kota Tasikmalaya," kata Kapolsek Salopa AKP Ai Hidayat, Rabu (26/7).

Ai mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 15.30 WIB sore saat juru masak sedang melakukan aktifitas rutin. Entah kenapa apa kegiatan memasak terhenti karena kondisi kompor gas tidak bisa menyala dan juru masak memperbaiki selang dan radiator tersebut.

"Diduga perbaikan selang dan regulator tersebut dilakukannya dengan cara tutup buka berada di ruang sempit tanpa fentilasi dan mengakibatkan kepulan gas berada di dalam ruangan tidak terbuang. Saat menyalakan kompor gas, korban melihat adanya percikan api keluar di salah satu selang dan radiator hingga menimbulkan tabung gas tersebut meledak," ujarnya.

Adapun korban yang dirujuk ke RS TMC Kota Tasikmalaya karena luka bakar di sekujur tubuhnya bernama, Sohibah, 40, Nurwaedah Fauziah, 20, dan Salma, 16, luka bakar pada bagian paha dan kaki. Sedangkan korban yang dilarikan ke Puskesmas Salopa menderita luka bakar tangan, kaki dan kaki yakni, Salma Siti Nurmaeroh, 16, Yuni, 16, Risma Anggraeni, 16, Nurul, 16, Ismah, 16.

Sementara saksi mata, Rita Trimulyani, 20, mengatakan sebelum kejadian itu terjadi Sohibah sebagai juru masak di Asrama Putri berencana memasak makanan buat makan sore bagi santri di Asrama Putri. Keberadaan 7 santri yang berada di dalam dapur umum tersebut sebenarnya karena mereka mencium bau gas yang diperbaiki Sohibah.

"Usai memasang selang kompor gas tersebut, Sohibah mencoba menyalakan kompor namun yang keluar hanya percikan api yang berada di selang dan radiator hingga terjadi ledakan yang cukup keras. Santri berada di dalam dapur umum berhamburan keluar meminta pertolongan santri pria untuk membantu memadamkan api," katanya.

Rita mengungkapkan kejadian yang terjadi tersebut membuat semua santriwati menangis dan menjerit karena ada beberapa korban meminta pertolongan sambil keluar dari dapur umum dan tiga santriwati lainnya pingsan dengan tubuh terbakar.

"Alhamdulilah, semua korban telah dibawa ke Puskesmas Salopa tetapi peralatan kurang memadai 3 orang dibawa ke RS Permata Bunda hingga dirujuk kembali ke TMC Kota Tasikmalaya dengan kondisi cukup memprihatinkan dan diperkirakan luka bakar mencapai 80% berada di sekujur tubuhnya," tuturnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya