Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Jumlah Gay Terus Bertambah, Pelajar di Cianjur Rawan Terkontaminasi

Benny Bastiandy
18/7/2017 14:51
Jumlah Gay Terus Bertambah, Pelajar di Cianjur Rawan Terkontaminasi
(thinkstock)

KALANGAN pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat rawan terkontaminasi perilaku seks menyimpang. Dari sekitar 2 ribuan gay (pasangan sejenis) yang terdata Komisi Penanggulangan AIDS setempat, sekitar 30% nya merupakan kalangan usia sekolah.

Kondisi ini tentu sangat mengejutkan. "Usia sekolah itu terbilang labil karena merupakan masa transisi. Jadi usia-usia sekolah di tingkat SMP dan SMA itu rawan berperilaku seks menyimpang karena selalu ingin mencoba," tutur Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur, Hilman, Selasa (18/7).

Perilaku laki-laki seks laki-laki alias gay banyak bermunculan karena bisa juga agar mereka tidak berisiko hamil. Pasalnya, jika seks dilakukan dengan pelajar perempuan, maka risiko kehamilan cukup tinggi. "Melihat fenomena itu maka jumlah gay terus meningkat," jelasnya.

Pertumbuhan gay di Kabupaten Cianjur rata-rata per bulan mencapai 5-6 orang. Asumsi hitungan itu berdasarkan peningkatan jumlah gay tahun ini sekitar 2 ribuan dibandingkan tahun lalu hanya 1.030 orang. Jumlah pengidap perilaku seks menyimpang di Kabupaten Cianjur bisa diibaratkan fenomena gunung es.

"Jumlah itu yang muncul ke permukaan. Tapi kami yakin masih banyak yang belum terdata karena komunitas LSL itu tertutup," terang dia.

Mayoritas kalangan gay tersentralisasi di perkotaan. Tapi masih ada yang terdata di wilayah wilayah pelosok, seperti di Cianjur selatan. "Hasil pendataan kami, di wilayah kota memang cukup banyak jumlahnya. Sisanya tersebar di pedesaan," tuturnya.

Tahun ini, hingga Mei terdata jumlah gay sebanyak 52 orang. Jumlahnya meningkat dari beberapa bulan sebelumnya sebanyak 42 orang. "Penanganan fenomena gay ini perlu peran semua pihak. Utamanya dari Dinas Pendidikan untuk bersama-sama ikut menyosialisasikan bahaya dari perilaku seks menyimpang itu. Peran orangtua juga sangat penting meskipun untuk mendeteksi perilaku seks menyimpang seperti ini cukup sulit," tegasnya.

KPA juga mengawasi perilaku seks menyimpang lainnya di kalangan perempuan. Namun jumlahnya belum sebanyak seperti kalangan gay. "Belum ada pendataan secara akurat untuk kalangan lesbi. Tapi kami perkirakan cukup tinggi jumlahnya. Mungkin bisa mencapai setengah dari jumlah gay," tandasnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya