Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Air Isi Ulang Pemicu Hepatitis di IPB

MI
16/12/2015 00:00
Air Isi Ulang Pemicu Hepatitis di IPB
(Antara/Muhammad Deffa)
AIR isi ulang dalam galon yang terkontaminasi virus hepatitis A dipastikan menjadi sumber penularan hepatitis A di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat.

"Dari hasil surveillance epidemiologi dan laboratorium, air galon di sejumlah kantin dan asrama mahasiswa IPB tercemar virus hepatitis A," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan M Subuh di Jakarta, kemarin.

Surveillance, sebutnya, dilakukan pihaknya untuk mengamati penyakit yang dilakukan secara terus-menerus dan sistematis terhadap kejadian serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada masyarakat. Itu dilakukan untuk mengambil tindakan penanggulangan yang efektif.

"Hasil surveillance menunjukkan, selain tercemar virus hepatitis A, air galon itu juga terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E coli) yang menyebabkan diare. Jadi penyebaran penyakit yang terjadi di sana murni disebabkan masalah kebersihan makanan, minuman, dan perseorangan," terang Subuh.

Pada kesempatan itu, tim surveillance Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga memastikan bahwa 28 mahasiswa IPB yang dirawat di rumah sakit (RS) positif mengidap hepatitis A, bukan hepatitis B seperti yang dinyatakan pihak kampus.

Lebih jauh Subuh menambahkan, apa yang terjadi di IPB belum bisa dikategorikan sebagai wabah. Pasalnya, penularan masih terbatas dan tidak konsisten. "Untuk kondisi di sana, kategori yang lebih tepat ialah kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A, artinya kasus penularan penyakit itu dua kali lebih besar daripada periode sebelumnya," ujarnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Menurutnya, mengonsumsi makanan dan minuman kotor di kantin dan warung sekitar kampus menjadi penyebab penularan hepatitis.

Setidaknya ada 137 kantin yang tersebar di sejumlah fakultas di IPB. Saat ini, 29 mahasiswa masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Bogor, dan satu di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Yonny Koesmaryono, mengatakan sebanyak 169 mahasiswa IPB dari berbagai fakultas mengeluh sakit.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor tengah memeriksa kondisi para mahasiswa tersebut, apakah sakit karena hepatitis atau bukan. Dari pemeriksaan sementara, terdapat dua mahasiswa IPB yang diduga terjangkit penyakit hepatitis. (Tlc/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya