SEBANYAK 149 pedagang yang menempati lokasi binaan di belakang pasar milik PD Pasar Jaya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sejak 2013, ditertibkan, kemarin. Mereka dipindahkan ke lokasi binaan Blok B yang telah selesai direvitalisasi.
Penertiban oleh ratusan petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kecamatan Pasar Minggu dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan serta Suku Dinas Perhubungan itu dilalukan karena lokasi binaan yang kini ditempati pedagang akan dijadikan tempat parkir kendaraan.
Akibat pembongkaran lapak di lokasi yang berjarak sekitar 20 meter dari pasar itu, aktivitas jual beli langsung terhenti. Permintaan pedagang agar mereka diberi tenggat tidak dihiraukan. Akhirnya pedagang pun pasrah. Mereka hanya berusaha menyelamatkan barang dagangan agar tidak rusak, sedangkan pembeli yang kebingunan memilih masuk ke Blok A Pasar Minggu. "Mau bagaimana lagi. Kalau sudah dipaksa pindah seperti ini, saya nurut aja meskipun enggak setuju. Daripada enggak bisa jualan. Liat nih, sampai pake buldozer gini nertibinnya," kata Endang, 34, salah seorang pedagang.
Ia mengaku sebelumnya pemerintah setempat sudah memerintahkan pedagang untuk mengosongkan lokasi dan pindah ke Blok B yang berjarak sekitar 50 meter dari pasar. Namun, ia dan pedagang lain enggan pindah lantaran lokasi penganti di Jalan Rajawali RT 03/02, Kelurahan Pasar Minggu, itu merupakan jalan buntu dan pedagang meminta dibuatkan jalan tembus.
Menurut Endang, para pedagang belum mau pindah karena khawatir pendapatan mereka turun drastis akibat sepi pembeli.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Irmansyah menegaskan, selain dilakukan untuk menata lokasi, penertiban juga dilakukan untuk menghidupkan kembali lokasi binaan Blok B. "Kami ingin melakukan penataan agar pembeli nyaman berbelanja dan pedagang nyaman berjualan. Lokasi bekas pedagang akan langsung kami jadikan area parkir," ujarnya.
Lokasi binaan yang akan dijadikan lahan parkir digunakan berjualan oleh 149 pedagang sayur dan buah. Bila telah menjadi lahan parkir, lokasi itu dapat menampung 100 mobil dan sepeda motor.
Sementara itu, lokasi baru di Blok B yang memiliki tiga blok terdiri atas 357 kios. Blok pertama yang terdiri atas 164 kios diperuntukan pedagang buah, blok kedua sebanyak 120 kios untuk pedagang sayur, dan blok ketiga yang meliputi 73 kios disiapkan untuk pedagang kelapa.
"Kalau area parkir ini sudah berfungsi, tidak akan ada lagi parkir liar di kawasan ini, agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas angkutan umum yang masuk ke terminal. Selain itu, parkir di sini gratis," terangnya.
Saat menanggapi keluhan pedagang bahwa lokasi penganti tidak strategis, Irmansyah berjanji akan membuat rekayasa lalu lintas angkutan umum agar melewati lokasi itu. (Nel/J-2)