PEMBANGUNAN tempat relokasi pedagang kali lima binaan Blok B1, Kemayoran, Jakarta Pusat, dipastikan molor. Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Provinsi DKI Jakarta menyatakan dibohongi oleh pengelola.
Semula Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menargetkan lokasi binaan Blok B 1 Kemayoran bisa mulai ditempati pada 10 Desember lalu. Lokasi tersebut akan digunakan untuk menampung 1.400 pedagang kaki lima (PKL) liar dari Jalan Jiung dan Masjid Akbar.
Namun, hingga kini tempat yang akan digunakan oleh para pedagang belum juga rampung. Sebab, PT International Bussines Company (IBC) belum menyelesaikan pengerjaan lokasi seperti yang dijanjikan.
"Lahan yang digunakan milik PPKK (Pusat Pengelola Kawasan Kemayoran). IBC sebagai pelaksana pembangunan dan pengelola lokasi pedagang Blok B1 Kemayoran," kata Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta Irwandi saat dijumpai Media Indonesia di area pembangunan tempat relokasi PKL Blok B1 Kemayoran, kemarin.
Ia menuding PT IBC melakukan penipuan. Menurutnya, saat mengajukan pengelolaan lahan Blok B1, perusahaan tersebut menyanggupi membangun lokasi binaan dengan pertimbangan sudah mendapat kucuran dana corporate social responsibility (CSR) dari tiga perusahaan. Anggarannya diperkirakan sebesar Rp3,6 miliar. "Katanya dia (IBC) mau bantu, tapi ternyata 378 (berbohong). Saya dibohongi. Semula, karena mereka menyanggupi, makanya pengerjaan dan pengelolaan diserahkan kepada IBC. Tapi belakangan diketahui ketiga perusahaan tidak pernah memberikan bantuan untuk pembangunan infrastruktur Blok B 1," terangnya.
Irwandi juga mengungkapkan, sampai saat ini belum ada nota kesepahaman atau MoU antara Pemprov DKI Jakarta dan PT IBC untuk pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan tempat relokasi PKL Blok B1 Kemayoran.
Telanjur ditertibkan PKL liar yang berjualan di Jalan Jiung dan Masjid Akbar sudah ditertibkan beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, hingga kini mereka belum menempati lahan Blok B1. "Tenda juga belum disediakan oleh PT IBC. Mau tidak mau, kami (Dinas KUMKMP) juga yang menyediakan," keluhnya.
Karena penyelesaian pembangunan lokasi binaan itu dipastikan molor, ujar Irwandi, pihaknya akan mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan lain. "Kami akan minta bantuan perusahaan lain. Mudah-mudahan mau membantu," ucapnya.
Ia juga berencana menyerahkan pengelolaan Blok B1 kepada Suku Dinas UMKM Jakarta Pusat dan pengurus kecamatan. "Dia (PT IBC) menjanjikan untuk mempertemukan kami dengan perusahaan dan mengelola CSR. Takutnya berbohong lagi, saya enggak berharap lagi," ketusnya.
Kepala Suku Dinas KUMKMP Jakarta Pusat Bangun Richard yang dihubungi mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari PT IBC bahwa lokasi binaan PKL itu sudah dipasangi listrik. Ia sebelumnya juga sudah meminta lokasi pedagang sudah bisa dioperasikan meski dalam kondisi darurat. "Saya belum cek itu listrik nyolong dari tiang atau dari mana," singkatnya.
Sebelumnya Koordinator CSR PT IBC Ardian Nicholas mengatakan area relokasi PKL yang merupakan bekas pemukiman liar Gang Laler itu memiliki luas 1.200 meter persegi. Sedangkan lapak untuk setiap berukuran ukuran 2 X 2 meter. (J-2)