Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kawasan Transit Perlu Dibangun

MI/PUTRI ANISA YULIANI
14/12/2015 00:00
Kawasan Transit Perlu Dibangun
(MI/RAMDANI)
PENGEMBANGAN kawasan transit atau transit oriented development (TOD) perlu segera dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, setelah selesainya pembangunan, beberapa moda transportasi massal akan bertemu di beberapa titik dan akan mempertemukan ratusan ribu penumpang setiap harinya. Kawasan transit yang akan menjadi titik pertemuan angkutan massal di antaranya Dukuh Atas, Manggarai, dan Grogol.

Dukuh Atas diperkirakan menjadi salah satu kawasan transit terbesar akibat pertemuan empat moda transportasi sekaligus, yakni kereta moda raya terpadu atau mass rapid transit (MRT), kereta ringan cepat atau light rail transit (LRT), bus Trans-Jakarta yang bersistem bus rapid transit (BRT), dan kereta api bandara.

Menurut Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Ellen Tangkudung dalam acara Diskusi Publik Ke-terpaduan Transportasi Massal Jabodetabek beberapa waktu lalu, kawasan transit bahkan seharusnya dibangun secara simultan berbarengan dengan pembangunan MRT. Dukuh Atas sendiri kini sudah menjadi kawasan transit bagi bus Trans-Jakarta. Jika tidak ditata segera sebelum MRT selesai, Dukuh Atas malah akan menjadi kawasan kumuh dan menambah kerumitan lalu lintas karena tubrukan penumpang.

Ellen menilai rencana Pemprov DKI membangun TOD di awal 2017 akan sangat terlambat. "TOD itu sudah direncanakan sejak lama. Kenapa ketika pemprov bangun MRT, itu tidak dibangun sekalian? Apalagi pemerintah pusat juga sudah berkomitmen membangun kereta bandara dan rutenya juga melewati Dukuh Atas," tegas Ellen.

Ia juga mengingatkan pemprov untuk memastikan pihak-pihak yang berkontribusi membangun kawasan transit. Ia melihat banyak pihak yang sudah memiliki rencana sendiri-sendiri untuk membangun kawasan transit. Menurutnya, jika banyak pihak yang memiliki rencana dan niat membangun sendiri, kawasan transit yang terpadu tidak akan terwujud akibat banyaknya kepentingan.

Tanggung jawab Pemprov
Kepala Subbidang Perhubungan dan Transportasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Yudi Douglas Batubara, dalam acara yang sama, memastikan pemprov yang bertanggung jawab untuk membangun kawasan transit.

Yudi mengungkapkan dana yang dibutuhkan untuk membangun kawasan transit berkisar Rp400 miliar-Rp500 miliar. Awalnya perencanaan desain fisik akan dilakukan tahun ini sehingga pembangunan fisik bisa dilakukan tahun depan. Namun, pembangunan itu ditunda karena ada megaproyek menyusul ditunjuknya Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama Palembang.

Anggota DTKJ, Eddy Nursalam, mengatakan tidak hanya pemprov yang terlibat dalam pengembangan jaringan transportasi Jabodetabek. Pemerintah daerah diharap turut andil dalam mengintegrasikan transportasi massal dengan angkutan umum di wilayah mereka. "LRT akan menusuk ke wilayah Bodetabek, sementara MRT akan mencapai wilayah Cikarang, Bekasi, dan Balaraja, Tangerang. Kalau tidak ditata, pemerintah daerah apa tidak kaget." (Put/J-4).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya