Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tilang Elektronik tidak Kunjung Diterapkan

MI
14/12/2015 00:00
Tilang Elektronik tidak Kunjung Diterapkan
(MI/ARYA MANGGALA)
RENCANA penerapan penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik atau electronics traffic law enforcement (ETLE) kembali digulirkan. Namun, program yang sudah lama digadang-gadang itu dinilai lemah lantaran hanya fokus pada kendaraan, bukan pengendara.

Secara umum, kondisi lalu-lintas di Jakarta sudah semrawut dengan 74% merupakan kendaraan pribadi dan hanya 25% kendaraan umum. Selain warga lokal, penyumbang kemacetan di Jakarta juga masyarakat di luar Ibu Kota. Setiap hari, rata-rata 4 juta kendaraan pribadi masuk Jakarta.

"Selain cukup padat, jalanan di Jakarta tinggi angka kecelakaan. Pelanggaran lalu lintas paling banyak terjadi di perempatan jalan. Contohnya pengendara kendaraan yang menerobos lampu merah maupun berhenti melewati garis rambu," terang Kepala Unit Pengelola Electronic Road Pricing (ERP) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Zulkifli, di tengah diskusi Percepatan Penerapan Penegakan Hukum Lalu Lintas Berbasis Elektronik di kantor Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Lewat program ELTE, pengawasan dimonitor langsung oleh petugas kepolisian lewat pemasangan kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik jalan. Pelanggaran diidentifikasi lewat data pelat kendaraan yang terekam kamera pengawas.

Kepala Seksi STNK Subregistrasi dan Identifikasi Polda Metro Jaya, Komisaris Ojo Ruslani, mengutarakan sistem ETLE akan berbasis pada registrasi kendaraan bermotor. "Ada 14 penyuplai data kendaraan bermotor di lingkungan Polda Metro Jaya, mulai Jawa Barat, Banten, hingga Jakarta," paparnya.

Semua data kepemilikan kendaraan bermotor di seluruh wilayah tersebut masuk ke database Polda Metro Jaya. Database tersebut tidak hanya berkaitan dengan ELTE, tapi juga pengungkapan permasalahan hukum di kepolisian.

Di tempat yang sama, Musa Meyus, mewakili pengguna kendaraan, menilai meski sudah lama dibahas, ETLE tidak kunjung diterapkan. "Selama ini, kebijakan yang akan dijalankan masih terfokus pada kendaraan dan pemiliknya," ketusnya.

Ia pesimistis penerapan ELTE akan berjalan dengan optimal. Pasalnya, pengawasan terpaku pada identitas kendaraan bermotor. Padahal, semestinya tanggung jawab pelanggaran ada di pengendara. (DA/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya