Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

4 Pekerja Proyek di Jagakarsa Meninggal Terjebak Gas Beracun di Tangki Air

 Gana Buana
04/4/2026 13:50
4 Pekerja Proyek di Jagakarsa Meninggal Terjebak Gas Beracun di Tangki Air
Pekerja Proyek di Jagakarsa Meninggal Terjebak Gas Beracun.(Antara)

TRAGEDI memilukan terjadi di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebanyak empat pekerja bangunan meregang nyawa dan tiga lainnya mengalami sesak napas akut setelah menghirup gas beracun dari dalam tangki penampungan air pada Jumat (3/4).

Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Jagakarsa telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami adanya unsur kelalaian dalam kecelakaan kerja maut tersebut.

"Langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu mengamankan TKP, memasang garis polisi (police line) dan olah TKP di tempat kejadian," tegas Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Chepy Rusmanto dilansir dari Antara, Sabtu (4/4).

Kronologi: Efek Domino Tanpa Alat Pelindung

Insiden bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, dua pekerja diperintahkan oleh mandor untuk menguras tangki penampungan air bersih di lantai dasar (basement) sedalam tiga meter.

Namun, saat penutup dibuka, kedua korban justru terjatuh ke dalam lubang yang diduga kuat telah terkontaminasi gas berbahaya.

Nahas, upaya penyelamatan yang dilakukan rekan kerja lainnya justru berujung petaka. Karena tidak menggunakan perlengkapan keselamatan (safety) yang memadai, rekan-rekan korban yang berniat menolong justru ikut terjatuh dan terpapar hawa panas serta bau menyengat dari dalam tangki.

Daftar Korban Meninggal Dunia:

  • YN (32) asal Subang
  • MW (62) asal Cianjur
  • TS (63) asal Bandung Barat
  • MF (19) asal Bandung Barat

Selain korban tewas, tiga pekerja lainnya yakni UJ (41), SN (63), dan AJ (47) yang berasal dari Purwakarta harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas berat.

Penyelidikan Intensif

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan interogasi terhadap sejumlah saksi di lokasi kejadian. Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum.

"Saat ini melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut," pungkas AKP Chepy. Fokus penyelidikan mengarah pada standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja di proyek tersebut, mengingat para korban diduga tidak dibekali alat pelindung diri saat memasuki area berisiko tinggi. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya