Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pemkot Depok Dinilai Gagal Tangani Banjir, Warga Bukit Cengkeh Cimanggis Mengadu ke Gubernur Jabar

Kisar Rajagukguk
02/4/2026 20:23
Pemkot Depok Dinilai Gagal Tangani Banjir, Warga Bukit Cengkeh Cimanggis Mengadu ke Gubernur Jabar
Banjir Depok(Dok. Istimewa)

WARGA Kota Depok, khususnya penghuni Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, mengadukan persoalan banjir yang terus berulang kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Mereka menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Depok gagal menghadirkan solusi atas masalah yang telah berlangsung bertahun-tahun.

"Salam sapa Pak KDM, kami tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Setiap hujan Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 terus kebanjiran mengakibatkan kami stres," kata Ganjar, 40, perwakilan warga, Kamis malam (2/4/2026).

Ganjar meminta Gubernur Jawa Barat turun tangan langsung menyelesaikan persoalan banjir karena hingga kini belum ada langkah efektif dari Pemkot Depok. Ia menyebut hujan dengan durasi singkat saja sudah cukup menyebabkan kawasan tersebut terendam air.

Menurutnya, saat banjir besar terjadi, ketinggian air di rumah warga dapat mencapai 1 hingga 2 meter lebih. Kondisi tersebut kembali terjadi pada Sabtu (21/3/2026), ketika ratusan rumah terendam akibat hujan deras selama kurang lebih tiga jam.

Akibat banjir tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.

"Warga Bukit Cengkeh 1 dan 2 mendapat harta karun atau musibah banjir yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun pemerintah kota tidak mampu menyelesaikan," ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat hadir memberikan solusi konkret, terutama karena banjir diduga dipicu kondisi kali yang tidak dibenahi secara optimal selama bertahun-tahun.

Ganjar menegaskan banjir yang terus berulang telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.

"Kami sebagai warga menjadi korban banjir yang merusak usaha, tempat tinggal, alat-alat elektronik dan lain-lain," ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan Opung Mutiara Rajagukguk Boru Naibaho, 74. Ia mengatakan banjir pada 21 Maret lalu menyebabkan banyak perabot rumah tangganya rusak dan tidak dapat digunakan.

"Sampai sekarang kasur saya belum kering-kering. Begitu juga kulkas dan perabotan lainnya tidak bisa difungsikan sama sekali. Untuk sementara kami tidur di lantai," katanya.

Opung Mutiara menuturkan banjir di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 bukan peristiwa baru, melainkan telah terjadi selama bertahun-tahun.

"Kami sudah stres karena tiap hujan perumahan kami pasti terdampak," tandasnya. (KG/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya