Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kota Depok, khususnya penghuni Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, mengadukan persoalan banjir yang terus berulang kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Mereka menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Depok gagal menghadirkan solusi atas masalah yang telah berlangsung bertahun-tahun.
"Salam sapa Pak KDM, kami tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Setiap hujan Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 terus kebanjiran mengakibatkan kami stres," kata Ganjar, 40, perwakilan warga, Kamis malam (2/4/2026).
Ganjar meminta Gubernur Jawa Barat turun tangan langsung menyelesaikan persoalan banjir karena hingga kini belum ada langkah efektif dari Pemkot Depok. Ia menyebut hujan dengan durasi singkat saja sudah cukup menyebabkan kawasan tersebut terendam air.
Menurutnya, saat banjir besar terjadi, ketinggian air di rumah warga dapat mencapai 1 hingga 2 meter lebih. Kondisi tersebut kembali terjadi pada Sabtu (21/3/2026), ketika ratusan rumah terendam akibat hujan deras selama kurang lebih tiga jam.
Akibat banjir tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.
"Warga Bukit Cengkeh 1 dan 2 mendapat harta karun atau musibah banjir yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun pemerintah kota tidak mampu menyelesaikan," ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat hadir memberikan solusi konkret, terutama karena banjir diduga dipicu kondisi kali yang tidak dibenahi secara optimal selama bertahun-tahun.
Ganjar menegaskan banjir yang terus berulang telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.
"Kami sebagai warga menjadi korban banjir yang merusak usaha, tempat tinggal, alat-alat elektronik dan lain-lain," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Opung Mutiara Rajagukguk Boru Naibaho, 74. Ia mengatakan banjir pada 21 Maret lalu menyebabkan banyak perabot rumah tangganya rusak dan tidak dapat digunakan.
"Sampai sekarang kasur saya belum kering-kering. Begitu juga kulkas dan perabotan lainnya tidak bisa difungsikan sama sekali. Untuk sementara kami tidur di lantai," katanya.
Opung Mutiara menuturkan banjir di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 bukan peristiwa baru, melainkan telah terjadi selama bertahun-tahun.
"Kami sudah stres karena tiap hujan perumahan kami pasti terdampak," tandasnya. (KG/I-1)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kontraktor atau pemenang tender yang pada tahun-tahun sebelumnya bekerja dengan kualitas buruk tidak boleh diberikan kesempatan lagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved