Kamis 05 November 2015, 00:00 WIB

Baiknya Dicekoki Barang Buktinya Saja

(Akmal Fauzi/J-3) | Megapolitan
Baiknya Dicekoki Barang Buktinya Saja

MI/ARYA MANGGALA

 
KEMARIN, suasana pemusnahan barang bukti hasil kejahatan narkoba di halaman parkir Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, cukup mengejutkan berbagai pihak yang hadir, sebab tanpa dijadwalkan, Kepala BNN, Komjen Budi Waseso hadir mengikuti prosesi pemusnahan tersebut. "Ini hal yang langka, Kepala BNN menyempatkan hadir di pemusnahan," celetuk Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi. Selama dua bulan menjabat, baru kali pertama ia hadir mengikuti pemusnahan narkoba itu. Satu per satu rangkaian pemusnahan diikutinya dimulai dari penimbangan barang bukti dan uji sampel sabu oleh tim laboratorium BNN.

Namun, saat petugas akan memasukkan barang bukti sabu dengan total 9 kg itu ke mesin insinerator (mesin pemusnah), Buwas--begitu ia disapa--spontan berceletuk menunjukkan kegusarannya terhadap pelaku kejahatan narkoba. "Ini harusnya (sabu) jangan dimusnahin di mesin (penghancur). Musnahinnya, pelaku suruh telan (makan) aja nih sabunya. Telan tuh semuanya," ujar Buwas dengan mimik serius. Menurut Buwas, pelaku narkoba baik bandar dan pengedar ialah perusak bangsa, karena mereka menyasar semua kalangan dan usia. Merusak generasi penerus bangsa dengan kecanduan narkoba.

Sontak celetukan Buwas itu mengundang tawa para tamu yang hadir di acara pemusnahan itu. Pelaku yang berjumlah tiga orang yang terdiri dua warga negara Taiwan, WSC, 58 dan LCY, 39 serta satu warga negara Indonesia, NL, 29, langsung menundukkan kepala mendengar celetukan Buwas. Seorang penerjemah mencoba menerjemahkan perkataan Buwas kepada dua warga negara Taiwan itu. "Coba tanya, dia mau enggak suruh telan semuanya," perintah Buwas kepada penerjemah itu. Ketiga pelaku langsung menggelengkan kepala bersamaan tanpa sepatah kata pun.

Celetukan Buwas menggambarkan geramnya dia terhadap pelaku kejahatan narkoba. Dari pesan itu, tersirat tidak ada ampun untuk pelaku kejahatan narkoba. Namun, hal tersebut belum menjadi kebijakan. Celetukan mantan Kabareskrim Mabes Polri itu, dinilai Slamet, hanya kejengkelan. Pemusnahan barang bukti narkoba tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, dihadiri pelaku dan pihak kejaksaan. "Ini spirit luar biasa, beliau (Buwas) punya gagasan narkotika yang ditemukan di lapangan, suruh dimakan pelaku aja. Mereka ini perusak bangsa," imbuh Slamet Pribadi.

Pemusnahan barang bukti kemarin, merupakan yang ke-20 kali dilakukan pada 2015 ini. Ketiga pelaku ditangkap di sebuah hotel di Mangga Besar, Jakarta Barat, pada 13 Oktober 2015. Pelaku merupakan jaringan Tiongkok dan Taiwan. Mereka dikenai Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Baca Juga

Antara

DKI Larang Restoran Gelar Live Music Selama Ramadan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 13 April 2021, 19:20 WIB
Kegiatan usaha rumah makan atau restoran dapat beroperasi dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat, serta mengikuti aturan Pemprov DKI...
Antara

Ramadan, Jam Operasional Transjakarta tidak Berubah

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 13 April 2021, 18:25 WIB
Namun, Transjakarta menerapkan kebijakan khusus bagi pelanggan saat Ramadan. Pelanggan diperbolehkan berbuka puasa di area Transjakarta...
Dok MI

Pemilik Toko Kelontong di Pasar Rebo Luka Dibacok Perampok

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 18:15 WIB
Seorang pemilik warung kelontong di Jalan Haji Enjong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh setelah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya