Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Petugas SPBU di Jaktim Dianiaya, DPR Desak Pertamina Beri Perlindungan

Rahmatul Fajri
24/2/2026 23:08
Petugas SPBU di Jaktim Dianiaya, DPR Desak Pertamina Beri Perlindungan
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, mendesak PT Pertamina (Persero) untuk memberikan perlindungan serta apresiasi kepada operator SPBU yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum yang diduga aparat di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (22/2) malam tersebut menimpa petugas yang tengah menjalankan tugas sesuai prosedur operasional standar (SOP). Selain kekerasan fisik, korban dikabarkan juga menerima ancaman pembunuhan dari pelaku.

“Saya mengapresiasi sikap petugas SPBU yang tetap profesional menjalankan tugas sesuai SOP. Ini adalah bentuk integritas yang seharusnya mendapat dukungan dan perlindungan penuh, baik dari pengelola maupun Pertamina,” ujar Hakim dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Hakim menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan intimidasi di ruang publik tidak dapat ditoleransi. Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas identitas pelaku, terutama jika benar melibatkan oknum institusi tertentu.

“Jika benar melibatkan oknum aparat, maka penanganannya harus tegas dan terbuka. Penegakan hukum yang adil sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan menjamin rasa aman bagi pekerja lapangan,” kata legislator PAN tersebut.

Lebih lanjut, Hakim mendorong Pertamina memberikan penghargaan terbuka kepada petugas tersebut. Menurutnya, langkah ini penting untuk memberikan sinyal bahwa perusahaan berdiri tegak di belakang karyawan yang patuh pada aturan, meski harus menghadapi tekanan atau ancaman.

“Pertamina perlu memberikan apresiasi. Ini menjadi contoh bagi ribuan operator lain di Indonesia bahwa kepatuhan pada aturan adalah prioritas utama dan perusahaan tidak akan membiarkan mereka berjuang sendiri saat menghadapi intimidasi,” tambahnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap pelaku penganiayaan terhadap pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, yang videonya viral di media sosial karena disebut-sebut mengaku sebagai anggota Polri. Pelaku berinisial JMH telah diamankan dan dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan warga sipil berprofesi wiraswasta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pelaku berprofesi sebagai wiraswasta, bukan anggota kepolisian.

“Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri. Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan,” kata Budi melalui keterangannya, Selasa (24/2).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan peristiwa serupa atau tindak kekerasan, segera laporkan melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti,” ujarnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya