Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Tradisi keramas bareng menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026 di bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan Kampung Berkelir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, berlangsung meriah pada Selasa (17/2) sore.
Ribuan warga dari berbagai penjuru Kampung Babakan berbondong-bondong memadati bantaran sungai untuk melakukan prosesi mandi bersama. Mayoritas masyarakat membawa peralatan mandi lengkap seperti gayung, sampo, hingga sabun untuk mengikuti ritual tahunan ini.
"Kegiatan ini sudah menjadi tradisi turun-menurun bagi warga Kota Tangerang, khususnya warga Babakan," ujar Ustaz Ahmad Alfariki, tokoh masyarakat setempat saat ditemui di lokasi.
Pria yang akrab disapa Ustaz Eki ini menceritakan bahwa pada masa lalu, para orang tua menggunakan merang atau gabah yang dibakar untuk keramas. Penggunaan abu merang tersebut dipercaya secara tradisional mampu menyuburkan dan menjaga kehitaman rambut.
Meskipun saat ini bahan merang sudah sulit didapatkan dan warga beralih menggunakan sampo modern, makna filosofis di baliknya tidak berubah. "Tujuannya adalah untuk mensucikan atau membersihkan diri secara total sebelum memasuki bulan suci puasa," imbuhnya.
Kepala Bidang Budaya pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Supendi, menjelaskan bahwa tradisi keramas bareng merupakan salah satu kekayaan budaya tak benda yang telah dilakukan selama ratusan tahun oleh masyarakat lokal.
"Ini adalah warisan dari leluhur kita yang patut dipertahankan dan dijaga kelestariannya. Selain aspek spiritual, ada nilai kebersamaan yang sangat kuat di sini," tegas Supendi.
Menanggapi isu pencemaran air Sungai Cisadane akibat dampak kebakaran gudang pestisida di kawasan Tekno BSD, Kota Tangerang Selatan beberapa waktu lalu, pihak Disbudpar memastikan warga tidak perlu khawatir.
Supendi menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian laboratorium dan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Perumda Tirta Benteng, kualitas air baku di Sungai Cisadane saat ini sudah kembali normal.
"Hasil penelitian menunjukkan air sudah aman untuk aktivitas mandi masyarakat. Kami terus memantau agar tradisi ini dapat berjalan dengan nyaman dan aman bagi seluruh warga," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved