Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN gaya hidup masyarakat urban turut membentuk wajah baru industri makanan dan minuman. Kesadaran akan kesehatan yang semakin meningkat berjalan beriringan dengan kebutuhan akan ruang sosial yang nyaman, estetik, dan fungsional. Kedai minuman pun tak lagi sekadar menjadi tempat beli dan pergi, melainkan ruang untuk berinteraksi, beraktivitas, hingga melepas penat di tengah rutinitas harian.
Fenomena inilah yang ditangkap oleh Jus Antara, brand jus buah lokal yang terus memperluas jaringannya di kawasan perkotaan. Terbaru, Jus Antara membuka outlet di Jalan Raya Muchtar, Bojongsari, Kota Depok, pada 19 Januari 2026. Outlet ini dirancang sebagai ruang nongkrong sehat dengan konsep premium yang dapat digunakan untuk bekerja, berkumpul, maupun bersantai.
Co-Founder Jus Antara Reyner Iskandar mengatakan, kehadiran Jus Antara berangkat dari perubahan perilaku masyarakat urban yang semakin sadar akan kesehatan, sekaligus membutuhkan ruang sosial yang nyaman dan menarik secara visual.
“Usaha yang kami bangun hadir karena perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin sadar akan kesehatan, sekaligus membutuhkan ruang sosial yang nyaman dan estetik,” ujarnya.
Menurut Reyner, fungsi kedai minuman saat ini telah bergeser. Bukan lagi hanya tempat membeli minuman, tetapi juga ruang untuk berinteraksi dan menjalani berbagai aktivitas.
Pihaknya melihat minuman sehat seharusnya tidak hanya dikonsumsi karena kebutuhan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup.
"Kami melihat masyarakat urban membutuhkan ruang untuk bekerja, bertemu, atau sekadar beristirahat. Dari situlah lahir konsep Jus Antara sebagai tempat nongkrong premium,” lanjutnya.
Setiap outlet Jus Antara dirancang dengan desain modern, hangat, dan fungsional. Konsep ini memungkinkan pengunjung untuk melakukan Work From Cafe (WFC), berkumpul bersama keluarga, hingga menjadi titik temu komunitas. Jam operasional yang panjang, mulai pukul 08.00 WIB hingga tengah malam, juga disesuaikan dengan ritme aktivitas masyarakat perkotaan yang semakin fleksibel.
Meski mengusung konsep premium, Jus Antara tetap menjaga agar produknya dapat diakses oleh berbagai kalangan. Harga jus dibanderol mulai dari Rp8 ribu hingga Rp15 ribu, menjadikannya kompetitif di tengah tren minuman sehat yang kerap identik dengan harga tinggi. Salah satu menu andalan yang ditawarkan adalah Jus Nusantara Kombinasi, yakni perpaduan dua buah dalam satu sajian, seperti stroberi dengan rasberi atau blackberi.
Selain jus, Jus Antara juga menghadirkan berbagai menu camilan pendamping, mulai dari Roti Bakar Nusantara, Pisang Goreng Nusantara, Kebab Pisang, hingga Singkong Goreng, dengan kisaran harga Rp17 ribu hingga Rp22 ribu. Kehadiran menu ini memperkuat posisi Jus Antara sebagai ruang nongkrong, bukan sekadar kedai minuman.
Co-Founder Jus Antara lainnya, Vincent Lie menegaskan konsep premium yang diusung tidak berarti eksklusif. Menurutnya, strategi efisiensi operasional dan pemanfaatan bahan baku lokal menjadi kunci agar harga tetap terjangkau.
“Kami mengoptimalkan operasional, memilih bahan baku lokal, dan menjaga efisiensi agar konsumen bisa menikmati jus buah berkualitas dan suasana outlet yang nyaman tanpa merasa terbebani secara harga,” kata Vincent.
Ke depan, Jus Antara menargetkan ekspansi berkelanjutan di berbagai kota besar di Indonesia. Saat ini, Jus Antara telah memiliki lebih dari 34 gerai yang tersebar di Jakarta, Bekasi, dan Depok. Sepanjang tahun ini, jumlah tersebut ditargetkan bertambah hingga 60 outlet, dengan tetap menjaga konsistensi kualitas produk dan pengalaman pelanggan.
“Dalam jangka panjang, Jus Antara ingin menjadi brand jus buah lokal nomor satu dan Top of Mind untuk kategori minuman sehat berbasis buah lokal,” tutup Vincent. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved