Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Ribuan Ikan Mati di Sungai Cisadane, Diduga akibat Limbah Kimia

 Sumantri
10/2/2026 17:58
Ribuan Ikan Mati di Sungai Cisadane, Diduga akibat Limbah Kimia
BPBD Kota Tangerang bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan kandungan air sungai cisadane dampak dari kebakaran pabrik kimia di Serpong.(ANTARA/Irfan)

KEBAKARAN gudang bahan kimia di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Senin (9/2) malam, berdampak buruk pada ekosistem aliran Sungai Cisadane. Ribuan ikan ditemukan mati mendadak, yang diduga kuat akibat paparan polutan kimia dari sisa kebakaran tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan fenomena "ikan mabuk" ini dimanfaatkan warga di bantaran sungai untuk berbondong-bondong mengambil ikan guna dikonsumsi. Salah satunya adalah Mang Jaya, warga Kampung Babakan, Kota Tangerang.

"Lumayan, bisa digoreng untuk sarapan besok," ujarnya sembari menunjukkan ember berukuran jumbo miliknya yang penuh berisi ikan hasil tangkapan dari sungai.

Menyikapi tindakan warga yang mengonsumsi ikan tersebut, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, langsung memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan uji laboratorium terhadap kualitas air sungai.

"Pemkot Tangerang masih mengumpulkan data terkait indikasi pencemaran di Sungai Cisadane. DLH sedang meneliti apakah kondisi ini berbahaya bagi kesehatan masyarakat, mengingat sumber polutan adalah gudang kimia," ungkap Kabag Humas Pemkot Tangerang, Mualim, Selasa (10/2).

Layanan Air Bersih Sempat Terhenti

Sebagai langkah preventif, Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Benteng sempat menghentikan total distribusi air bersih kepada pelanggan sejak Senin (9/2) pukul 22.30 WIB. Langkah ini diambil setelah petugas mendeteksi adanya bau tidak sedap dan lapisan minyak pada air baku.

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, menjelaskan bahwa tim teknis melakukan pemeriksaan berkala setiap 15-30 menit. Hasil pemantauan menunjukkan kualitas air kembali normal pada tengah malam.

"Sebagai langkah pengamanan, seluruh air yang sempat tercemar langsung kami buang ke arah hilir. Kami kemudian melakukan pengisian ulang dengan air baku yang memenuhi standar kualitas," jelas Joko.
Distribusi Kembali Normal

Proses distribusi air bersih ke jaringan pipa utama mulai dilakukan secara bertahap sejak Selasa (10/2) pukul 05.00 WIB. Per pukul 08.00 WIB, air dilaporkan sudah mulai mengalir kembali ke rumah-rumah pelanggan.

Meski demikian, untuk wilayah ujung jaringan seperti Pondok Bahar dan Jatiuwung, aliran air membutuhkan waktu tambahan sekitar tiga hingga empat jam karena panjangnya jalur pipa distribusi.

“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia,” tegas Joko Surana. (SM/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya