Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jakarta Masuk Daftar Kota Termahal di Dunia

Putri Anisa Yuliani
29/1/2026 08:00
Jakarta Masuk Daftar Kota Termahal di Dunia
Ilustrasi(Dok KCI)

STATUS Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan paling 'menguras kantong' bagi kaum tajir dunia kembali terkonfirmasi. Laporan terbaru Global Wealth and Lifestyle Report yang dirilis oleh bank swasta Swiss, Julius Baer, menempatkan Jakarta di peringkat ke-18 sebagai kota termahal di dunia untuk gaya hidup mewah (living well) pada tahun 2026.

Meski secara peringkat turun dari posisi ke-14 di tahun sebelumnya, data ini menyimpan fakta mengejutkan: biaya hidup kaum elit di Jakarta justru naik 9%. Penurunan peringkat hanya terjadi karena kota-kota pesaing mengalami lonjakan inflasi gaya hidup yang lebih gila-gilaan.

Paradoks Jas Pria dan Tas Mewah

Temuan paling mencolok dari laporan ini adalah harga barang spesifik. Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan harga jas pria (men's suits) termahal di dunia, mengalahkan pusat mode global seperti Milan, Paris, dan London. Tak hanya itu, harga tas tangan wanita (ladies' handbags) di Ibu Kota juga tercatat sebagai yang termahal kedua di dunia.

Laporan Julius Baer tidak mengukur biaya hidup rata-rata masyarakat umum (seperti harga beras atau tarif KRL), melainkan 'keranjang belanja' orang-orang super kaya (High-Net-Worth Individuals). Item yang disurvei meliputi properti residensial premium, mobil mewah, penerbangan kelas bisnis, hingga biaya makan malam degustasi.

Singapura masih Juara, Jakarta Mahal tapi Timpang

Secara global, Singapura mempertahankan posisinya sebagai kota termahal nomor satu di dunia selama empat tahun berturut-turut, diikuti oleh London dan Hong Kong. Namun, posisi Jakarta di 20 besar menunjukkan fenomena ekonomi yang unik.

Di satu sisi, Jakarta adalah surga belanja barang mewah dengan harga selangit akibat pajak impor dan struktur pasar ritel premium. Di sisi lain, Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta masih terpaut sangat jauh dibandingkan kota-kota lain dalam daftar ini, seperti Tokyo (peringkat 17) atau Frankfurt (peringkat 19). Hal ini mempertegas jurang ketimpangan daya beli yang semakin lebar di tengah gemerlapnya kota megapolitan yang kini dihuni lebih dari 11 juta jiwa ini.

Kenaikan harga barang mewah sebesar 9% di Jakarta tahun ini juga menjadi sinyal bahwa inflasi gaya hidup di Indonesia terus bergerak naik, didorong oleh pulihnya permintaan pascapandemi dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya