Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR merupakan tantangan tahunan bagi Jakarta. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, terdapat beberapa kejadian banjir yang tercatat sebagai yang terparah di Jakarta karena luas genangan, jumlah korban, hingga intensitas hujan yang ekstrem.
Banjir ini dianggap sebagai salah satu yang paling merusak dalam sejarah modern Jakarta. Sekitar 60% hingga 70% wilayah Jakarta terendam air dengan ketinggian mencapai 5 meter di beberapa titik. Bencana ini menyebabkan 80 orang meninggal dunia di wilayah Jabodetabek dan memaksa lebih dari 320.000 warga mengungsi. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp4,3 triliun.
Pada pergantian tahun 2019 ke 2020, Jakarta dihantam hujan dengan intensitas ekstrem mencapai 377 mm per hari. Ini adalah rekor curah hujan tertinggi dalam sejarah Jabodetabek sejak pencatatan dimulai pada era kolonial (1866). Banjir ini menyebabkan 66 orang meninggal dunia dan melumpuhkan akses transportasi utama, termasuk Bandara Halim Perdanakusuma.
Banjir ini sangat ikonik karena merendam pusat ekonomi Jakarta, termasuk Bundaran Hotel Indonesia (HI). Jebolnya tanggul Latuharhary di Jakarta Pusat membuat air menggenangi kawasan Sudirman-Thamrin. Sebanyak 38-40 orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa ini.
Sebelum siklus 2000-an, banjir 1996 adalah yang terbesar. Banjir ini merendam hampir seluruh wilayah Jakarta dengan korban jiwa mencapai 20 orang. Kerugian materiil saat itu mencapai angka fantastis Rp6 triliun karena banyaknya kawasan industri yang terdampak.
Terjadi pada akhir Januari hingga awal Februari 2002, banjir ini merendam 42 kecamatan di Jakarta. Data mencatat sekitar 32 orang meninggal dunia dan ratusan ribu orang harus dievakuasi karena ketinggian air yang tidak kunjung surut selama beberapa hari.
Secara historis, puncak ancaman banjir di Jakarta selalu berada pada rentang waktu pertengahan Januari hingga Februari, seiring dengan meningkatnya curah hujan monsun di wilayah Jawa bagian barat. (H-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved