Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Cegah Banjir dan Longsor, Pemkab Bekasi Pasang Tanggul Kali Cikadu

Anton Kustedja
15/12/2025 20:19
Cegah Banjir dan Longsor, Pemkab Bekasi Pasang Tanggul Kali Cikadu
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (berpeci) didampingi Kepala Dinas SDA-BMK Henri Lincoln meninjau pembangunan tanggul Kali Cikadu di Desa Sukadami, Cikarang Selatan, Jumat (12/12).(Dok. Pemkab Bekasi)

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi memasang tanggul bantaran Kali Cikadu di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, sebagai upaya antisipasi mencegah musibah banjir dan tanah longsor.

"Pemasangan tanggul ini menggunakan panel beton sepanjang 211 meter dengan instalasi SPS (Schema Precast System)," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam keterangannya yang dikutip Senin (15/12).

Henri menyatakan, metode itu dirancang agar tanggul kuat namun tetap fleksibel mengingat panel beton tersebut cocok untuk berbagai kondisi tanah ditambah waktu pemasangan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan tanggul konvensional.

Dia mengaku, optimalisasi fungsi aliran air menjadi fokus utama dalam proyek ini agar masyarakat lebih aman dari ancaman banjir dan longsor meski sedianya penyelesaian masalah tersebut harus dilakukan secara menyeluruh.

"Mitigasi harus dilakukan menyeluruh termasuk di hilirnya karena tetap saja air dibuang ke Kali Cikarang," katanya.

Sementara itu, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang turut memberikan dukungan terhadap upaya mitigasi ini sekaligus berharap langkah yang dilakukan pemerintah dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

"Jadi air Kali Cikadu itu ketika ada musim hujan datang, melimpas ke warga. Nah ini kita normalisasi, kita dalami, kita lebarkan, dan dikasih tanggul untuk menahan air. Mudah-mudahan ke depan aliran Kali Cikadu kembali normal," katanya.

Bupati juga menyampaikan kebutuhan lanjutan terkait mitigasi banjir dan longsor di lokasi ini akan dipertimbangkan dalam perencanaan anggaran mendatang.

"Mungkin bila ada kekurangan nanti kita bisa anggarkan di tahun depan atau melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT)," ujar Ade.

Salah seorang warga setempat Zeni Sutendi, 40, mengungkapkan, wilayahnya merupakan daerah langganan banjir. Pada 2019 lalu, banjir bahkan mencapai ketinggian hingga 80 sentimeter.

"Kalau hujan deras dan Kali Cikadu meluap, tingginya minimal 30 cm," katanya.

Selain banjir, warga juga menghadapi ancaman longsor di titik lokasi tertentu akibat aliran Kali Cikadu yang berbelok. Jika tidak ada penanganan, aliran sungai dikhawatirkan akan terus menggerus rumah warga. "Karena posisinya air berbelok," kata dia. (AK)

Caption foto: Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (berpeci) didampingi Kepala Dinas SDA-BMK Henri Lincoln meninjau pembangunan tanggul Kali Cikadu di Desa Sukadami, Cikarang Selatan, Jumat (12/12).
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya