Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hanya 31 Persen Rumah Layak Huni, Jakarta Pusat Prioritaskan Renovasi Dhuafa

Cahya Mulyana
12/12/2025 10:00
Hanya 31 Persen Rumah Layak Huni, Jakarta Pusat Prioritaskan Renovasi Dhuafa
Walikota Jakarta Pusat Arifin (kedua kiri)((dok.istimewa))

PEMERINTAH  Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama BAZNAS (BAZIS) Kota Administrasi Jakarta Pusat terus menggenjot program Bedah Rumah sebagai upaya memperluas akses hunian layak bagi warga kurang mampu. Langkah ini menjadi penting mengingat masih rendahnya kualitas tempat tinggal warga ibu kota, khususnya di wilayah Jakarta Pusat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan bahwa 63% dari 2,78 juta rumah tangga di Jakarta, setara 1,77 juta rumah tangga, belum memiliki rumah layak huni. Sementara menurut BPS tahun 2021, hanya 40% rumah tangga yang dapat mengakses hunian laik, meninggalkan 60% lainnya dalam kondisi rumah tidak memadai. Situasi di Jakarta Pusat bahkan lebih memprihatinkan: hanya 31,46% rumah tangga pada 2022 yang tercatat memiliki rumah layak huni.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mendorong berbagai elemen masyarakat untuk terus memperkuat kerja sama. “Dengan semangat gotong royong, kita mampu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Mari jadikan program ini sebagai langkah awal untuk memunculkan lebih banyak inisiatif positif bagi warga Jakarta Pusat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/12).

Program Bedah Rumah dirancang untuk memperbaiki tempat tinggal tidak layak huni menjadi rumah yang aman, sehat, dan lebih manusiawi. Sasaran program adalah masyarakat dhuafa yang selama ini banyak berkontribusi pada lingkungan, namun kerap hidup dalam kondisi serba terbatas. Untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka harus berjuang, apalagi memperbaiki rumah yang sebagian sudah roboh, demikian penjelasan Pemkot.

Sejak 2021 hingga kini, sebanyak 270 rumah telah direnovasi melalui program ini. Mulai 2024, Pemkot Jakarta Pusat juga memprioritaskan penerima manfaat dari kalangan pasien Tuberkulosis (TBC), sebagai bagian dari strategi mengurangi risiko penularan penyakit akibat kondisi hunian yang tidak sehat. Program ini menjadi bentuk komitmen bersama Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat dan BAZNAS (BAZIS) untuk membangun Jakarta Pusat yang lebih manusiawi sekaligus menekan kesenjangan sosial.

Akselerasi program turut didukung berbagai pihak. Pada 2025, dari target pembangunan 80 rumah, sebanyak 65 unit telah rampung, dengan 10 di antaranya berasal dari kolaborasi pihak swasta. Dukungan tersebut berasal dari CSR PT Pertamina (8 rumah), PT Suprajaya (2 rumah), dan PT Arminereka (1 rumah). (Cah)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya