Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Jakarta Jadi Tuan Rumah Konferensi Kesejahteraan Hewan Internasional 2025

Basuki Eka Purnama
11/12/2025 13:48
Jakarta Jadi Tuan Rumah Konferensi Kesejahteraan Hewan Internasional 2025
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Konferensi Kesejahteraan Hewan Indonesia Internasional 2025.(MI/HO)

KOMITMEN Indonesia terhadap kesejahteraan hewan semakin menguat. Hal ini ditandai dengan dibukanya Konferensi Kesejahteraan Hewan Indonesia Internasional 2025 (Animal Welfare Indonesia - International Conference 2025) di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, pada 5 Desember 2025.

Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan JAAN Domestic dan FOUR PAWS International ini diresmikan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. 

Konferensi ini merupakan yang keempat kalinya diadakan, namun menjadi yang pertama dan terbesar di Indonesia dengan skala internasional, mempertemukan lebih dari 500 peserta dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari Australia, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan.

DKI Jakarta Tegaskan Dukungan Kebijakan Pro-Hewan

Dalam pidato pembukaannya, Gubernur DKI Jakarta menegaskan posisi pemerintah daerah dalam isu kesejahteraan hewan, yang dianggap sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.

"Kesejahteraan hewan adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Jakarta berkomitmen menjadi kota yang ramah terhadap semua makhluk hidup," ujar Pramono.

Dukungan nyata Pemprov DKI Jakarta difokuskan pada sejumlah kebijakan penting, termasuk pengendalian populasi hewan liar secara manusiawi, peningkatan edukasi publik tentang pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab, serta sosialisasi gencar terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) No. 36 Tahun 2025 yang melarang perdagangan daging anjing dan kucing di wilayah DKI Jakarta.

Kolaborasi Global dan Peluncuran Akademi Riset

Konferensi dua hari ini menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan, akademisi, dan aktivis global. Sesi panel dan lokakarya membahas isu-isu krusial, mulai dari kesejahteraan hewan domestik, perdagangan daging, perlindungan satwa liar, hingga praktik peternakan beretika.

Momentum penting lainnya adalah peluncuran Akademi Kesejahteraan Hewan Indonesia. Akademi ini didukung oleh sejumlah Fakultas Kedokteran Hewan dari universitas terkemuka nasional, seperti IPB University, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran, dengan harapan menjadi pusat pendidikan dan riset kesejahteraan hewan nasional yang berstandar internasional.

Menuju Pionir Kesejahteraan Hewan Asia

Sebagai penyelenggara utama, JAAN Domestic Foundation melihat konferensi ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan advokasi di Indonesia.

Chief Operating Officer JAAN Domestic Drh. Merry Ferdinandez, M.Si menyatakan bahwa sinergi lintas sektor semakin kuat. 

"Empat tahun perjalanan konferensi ini menunjukkan bahwa perubahan nyata hanya bisa terjadi melalui kolaborasi lintas sektor. Kami melihat semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan kesejahteraan hewan di Indonesia," tuturnya.

Senada dengan hal itu, Founder dan CEO JAAN Domestic Karin Franken menambahkan, "Konferensi ini bukan hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi tentang membangun masa depan di mana setiap hewan dihargai dan dilindungi. Konferensi ini menjadi pusat dialog regional dan pionir dalam gerakan kesejahteraan hewan di Indonesia."

Keberhasilan acara ini, yang turut didukung oleh Kementerian Pertanian dan Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, menegaskan langkah Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pionir kesejahteraan hewan di kawasan Asia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya