Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BEKASI, yang selama ini jarang dipandang sebagai pasar hunian mewah, mulai bergerak ke segmen ultra-luxury. Kondisi ini membuat pengembang mulai serius melirik ceruk pasar kelas atas yang selama ini belum terisi.
Executive Director Summarecon Bekasi, Magdalena Juliati, menyatakan bahwa meski Bekasi selama ini tidak dikenal sebagai pasar hunian mewah, kawasan tersebut ternyata memiliki potensi besar untuk segmen luxury hingga ultra luxury. Potensi ini teridentifikasi melalui berbagai inquiry dan hasil riset internal Sumarecon mengenai minat masyarakat terhadap hunian kelas atas.
“Selama 15 tahun, ada lahan memang kami simpan untuk pengembangan. Karena sejak awal, perusahaan berkomitmen membangun kota yang lengkap, termasuk hunian premium. Hasilnya, kami melihat masih ada celah pasar yang belum terisi, yaitu segmen ultra luxury,” ungkap Magdalena.
Magda menjelaskan, keunikan pasar Bekasi membuat permintaan hunian ultra luxury, Soultan Island, cenderung datang dari kalangan internal kawasan terdekat. Mayoritas pembeli merupakan penghuni dari cluster eksklusif seperti Morisen, Lotus, dan area premium lain di dalam lingkungan Summarecon.
“Hal ini menunjukkan adanya mobilitas naik kelas (upgrading) dari konsumen existing yang mencari hunian dengan level kemewahan lebih tinggi, tanpa harus meninggalkan kawasan tempat mereka tinggal,” kata dia.
Head of Marketing Summarecon Bekasi, Phan Panlim, menjelaskan, penamaan Soultan Island, sempat memunculkan pertanyaan publik. Banyak yang mengira nama “Soultan” merupakan plesetan dari kata “Sultan”, (julukan populer untuk gaya hidup mewah). Namun, Panlim, menegaskan bahwa nama tersebut bukan dibuat untuk mengikuti tren, melainkan memiliki filosofi tersendiri.
Menurut Panlim, nama “Soultan” berasal dari kata “Soul”, yang dimaknai sebagai jiwa atau essence. Konsep ini mencerminkan karakter klaster yang dirancang sebagai hunian natural, tenang, dan berada di lokasi terbaik di kawasan Sumarecon Bekasi.

“Kita memang tidak pernah berniat menamai cluster ini ‘Sultan’. Soultan kami pilih karena mencerminkan spirit dan kualitas lokasi yang sangat spesial,” ujar Panlim.
Klaster ini disebut Soultan Island, karena hampir separuh area dikelilingi oleh danau. Ini menjadikannya tampak seperti pulau alami dan dengan positioning paling strategis di kawasan.
Panlim mengatakan, pencapaian penjualan pada hari pertama soft launching klaster ultra-luxury Soultan Island, Rabu 23 Juli 2025, langsung mencatatkan nilai transaksi Rp260 miliar hanya dalam satu hari.
Menurut Panlim, capaian tersebut mencerminkan tingginya minat pasar terhadap hunian eksklusif di Bekasi.
“Penjualan hari pertama sudah mencapai Rp60 miliar. Termasuk satu unit rumah bernilai Rp29,5 miliar,” ungkapnya.
Head of Planning & Design Summarecon Bekasi, Yamin Cindrajaya, menyampaikan, Soultan Island sendiri dirancang secara khusus oleh Thomas B. Elliot, arsitek kelas dunia yang dikenal luas atas portofolio hunian super-prime dan proyek ultra-mewah di berbagai negara.
“Kehadiran Elliot menegaskan positioning Soultan Island sebagai proyek premium dengan standar desain internasional,” tandas dia. (Gan)
Tingginya permintaan hunian kelas menengah-atas di kawasan penyangga Jakarta terlihat di wilayah sekitar.
Pembangunan infrastruktur tol yang melintasi Kabupaten Tangerang, Banten, memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan nilai jual properti di kawasan tersebut.
Permintaan terhadap hunian di Kota Tegal, Jawa Tengah, menunjukkan tren meningkat. Salah satu pengembang mencatatkan lonjakan penjualan hingga dua kali lipat pada periode APril 2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved