Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAJ 10 unit Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH) telah dibangun di dua lokasi di Kabupaten Bekasi dan Karawang. Instalasi ini terletak di Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, dan Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, dengan tujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih yang aman dan efisien.
Setiap unit IPAH dirancang untuk menampung dan menyaring air hujan dengan kapasitas pemanfaatan rata-rata sekitar 511 liter per hari pada musim hujan.
Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan sebelumnya, satu unit IPAH dapat menyediakan hingga 93.600 liter (93,6 meter kubik) air bersih per tahun, dengan asumsi curah hujan rata-rata dan jumlah hari hujan per tahun. Angka ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan air bersih rumah tangga secara berkelanjutan, mengingat tingginya permintaan air bersih di daerah tersebut.
Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak masyarakat akan akses air bersih.
"Selama ini, masyarakat masih mengandalkan air permukaan dari Sungai Cibeet, yang sering mengalami kekeringan saat musim kemarau dan rentan tercemar limbah rumah tangga maupun industri. Program ini bertujuan memperluas akses terhadap sumber air bersih yang aman, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga berpenghasilan rendah," ujar Sumanda, Kamis (13/11).
Lebih lanjut, Sumanda menambahkan bahwa keberadaan sistem pemanenan air hujan ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian air bersih dan penggunaan listrik untuk menyedot air dari sungai. Selain itu, program ini juga bertujuan menurunkan risiko penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi air, yang menjadi masalah utama bagi masyarakat setempat.
Sanitarian dari Puskesmas setempat, menegaskan pentingnya program ini dari sisi kesehatan. Menurutnya, air dari Sungai Cibeet yang selama ini digunakan oleh warga telah terdeteksi tercemar bakteri E. Coli, yang berasal dari limbah rumah tangga. Dengan adanya pemanfaatan air hujan yang tertampung dan tersaring melalui instalasi IPAH, risiko penyakit akibat air tercemar dapat ditekan secara signifikan.
Selain manfaat kesehatan, program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Didik Setia, Sekretaris Bappeda Kabupaten Bekasi, mengungkapkan bahwa inisiatif ini mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bekasi.
"Program ini sejalan dengan tujuan kelima RPJMD, yaitu mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkeadilan, dan merata bagi masyarakat," ungkap Didik.
Program pemanenan air hujan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan ketahanan air dan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bekasi dan Karawang, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber air yang terbatas dan rentan tercemar. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved