Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta membenarkan terdapat 25 kelurahan di wilayah Jakarta merupakan titik rawan banjir ketika musim hujan. Bahkan, banjir yang terjadi di sejumlah kelurahan itu berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
"Pada kelurahan itu terjadi banjir yang berulang kali dalam beberapa tahun terakhir," kata Kepala Kesatuan Pelaksana (Kasatpel) Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Michael, saat dihubungi wartawan pada Rabu (8/11).
Atas kondisi tersebut, lanjut Michael, BPBD DKI Jakarta masukkan lima kelurahan itu ke dalam kategori rawan banjir.
Baca juga : Jakarta Terendam Banjir, Heru Budi Evaluasi Fungsi Sodetan Ciliwung
"Sehingga kami masukkan dalam kategori rawan," kata Michael.
Baca juga : DPRD Sebut Heru Budi Tidak Siap Hadapi Banjir Jakarta
Sebelumnya, Michael mengatakan 25 titik rawan banjir tersebut tersebar di empat kota administrasi. Lima kelurahan rawan banjir di Jakarta Barat antara lain Rawa Buaya, Tegal Alur, Kedoya Selatan dan Kedoya Utara, serta Kembangan Utara.
Untuk wilayah Jakarta Selatan meliputi sembilan kelurahan rawan banjir rinciannya Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pondok Pinang, Ulujami, Pondok Labu, Bangka, Pejaten Timur, dan Jati Padang.
"Di Jakarta Timur meliputi Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan dan Cipinang Melayu. Kemudian Kebon Pala, Makassar, dan Rambutan," kata Michael.
Di wilayah Jakarta Utara, tambahnya, daerah masuk kategori rawan banjir dengan rincian Pademangan Barat, Pluit, dan Rorotan.
Selain karena banjir berulang, lanjut Michael, 25 kelurahan ini masuk kategori rawan karena lokasinya yang berdekatan dengan aliran kali atau sungai.
"Jadi kebanyakan dari wilayah tersebut memang berada di lokasi berdekatan dengan kali atau sungai. Seperti di dekat atau dilintasi aliran Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan," ujar Michael.(Z-8)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember (BPBD) mencatat banjir meluas hingga 23 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
BPBD Kabupaten Jember mencatat 3.944 KK di delapan kecamatan terdampak banjir akibat hujan deras sejak Kamis (12/2) sore hingga Jumat (13/2) dini hari.
JAJARAN Polres Bogor melakukan langkah cepat untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Desa Cijayanti dan Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Banjir terjadi pada Rabu (11/2) di empat dusun di Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
Banjir kembali memaksa warga Perumahan Pandan Asri, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, meninggalkan rumah mereka, Kamis (12/2) dan mengungsi ke gedung olahraga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved