Selasa 07 Juli 2015, 00:00 WIB

Pemprov Larang SOTR

Put/Ssr/Gol/J-1 | Megapolitan
Pemprov Larang SOTR

ANTARA/Muhammad Adimaja

 
GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan sudah lama melarang kegiatan sahur on the road (SOTR). Apalagi kegiatan tersebut malah berujung tawuran akibat gesekan sesama remaja yang melakukan kegiatan itu.

Gubernur yang akrab disapa Ahok itu mendesak polisi mengusut dan menindak pelaku tawuran meskipun konteksnya para pelaku sedang dalam kegiatan sahur keliling. "Tanya polisi lah. Kan saya sudah bilang tidak boleh. Harus ditindak lah," kata Ahok di Balai Kota DKI, kemarin.

Hal tersebut turut pula didukung oleh Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat. Djarot berpendapat esensi kegiatan sahur keli-ling yang umumnya diisi saling berbagi makanan dengan orang-orang yang tidak mampu telah hilang akibat tindakan kriminal yang mulai muncul.

Karena itulah, kata Djarot, dalam menanggapi masalah itu, pihaknya tidak meno-leransi siapa pun menggelar kegiatan SOTR di Ibu Kota. Lebih baik ditiadakan. Agar aman, nyaman, dan khidmat, digelar di rumah saja.

"Tidak bagus itu. Saya minta Satpol PP untuk operasi. Sebenarnya itu juga cuma jalan-jalan, pamer," kata Djarot.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Ratiyono menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh jajar-an, mulai wali kota, camat, lurah, hingga ketua RW dan RT untuk mengimbau kepada warga agar tidak lagi melakukan kegiatan sahur on the road.

Sebelumnya pada Minggu (5/7) dini hari, sedikitnya ada empat peristiwa tawuran antarpeserta SOTR. Menurut pihak kepolisian, tawuran itu dipicu saling ejek di antara para peserta SOTR.

Razia
Polda Metro Jaya pun akan merazia kegiatan SOTR.

"Berdasarkan hasil survei dan analisis serta evaluasi, niatan sahur on the road memang bagus, tapi dalam praktiknya kami melihat sudah banyak penyimpangan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian.

Pasalnya, lanjut dia, peserta SOTR sering melakukan pelanggaran lalu lintas, seperti konvoi dengan sepeda motor tanpa mengenakan helm, duduk di atas mobil, dan membuka pintu mobil.

Tidak hanya pelanggaran itu. Ada pula peserta yang sengaja bergabung setelah menenggak minuman keras.

"Kemudian memicu saling ejek dan terjadi perkelahian antarkelompok, seperti di Mampang (Jakarta Selatan) yang kasusnya sudah kami proses."

Sasaran razia skala besar ini ialah konvoi SOTR dalam jumlah banyak yang terlihat menyalahi aturan keselamat-an berlalu lintas.

"Kita razia dengan memeriksa helm, STNK, SIM, senjata tajam, narkotika, dan lainnya," terang Tito.

Tito mengimbau kepada masyarakat agar sedianya menunaikan ibadah dengan tertib di rumah atau masjid, dan bukan membuat gaduh dengan ikut pawai di jalan.

Selain itu, imbuh dia, para tokok masyarakat dan orangtua sejatinya proaktif memberi nasihat kepada anak-anak mereka.

"Jangan sampai pelanggaran SOTR berujung pada kasus hukum."

Baca Juga

Antara

Pemprov DKI Tambah Lokasi Vaksinasi Booster

👤Ant 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:42 WIB
Peningkatan sambil menunggu dan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin dari pemerintah...
Antara/Aprilio Akbar

Pembangunan Sirkuit Fomula E Masuki Tahap Pemilihan Kontraktor 

👤Hilda JUlaika 🕔Senin 24 Januari 2022, 22:47 WIB
"Progres Formula E saat ini, kami sedang dalam tahap pemilihan kontraktor untuk pembangunan treknya, Insya Allah awal Februari sudah...
Medcom.id.

Sudah Empat Tersangka Pengeroyokan Lansia di Jaktim

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 20:57 WIB
Meski demikian Zulpan belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai peran para tersangka dalam kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya