Selasa 15 Februari 2022, 20:02 WIB

Kapolda Akui Banyak Polisi tak Paham Tangani Kasus Kekerasan Seksual

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Kapolda Akui Banyak Polisi tak Paham Tangani Kasus Kekerasan Seksual

MI/ Tiyok
Ilustrasi

 

KAPOLDA Metro Jaya, Irjen Muhamad Fadil Imran mengaku masih banyak anggotanya yang kurang paham menghadapi korban kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan.

Hal itu diungkapkan Fadil Imran saat melaunching buku panduan dan bimbingan teknis SOP (Standar Operasional Prosesur) penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak (PPA) di Dirkrimum Polda Metro Jaya.

Fadil juga menyambut baik upaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membesarkan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di institusi Polri.

Menurutnya, Kapolri akan membesarkan Unit PPA dengan memberikan ruang kepada perempuan bahwa Polri itu peduli terhadap kesetaraan gender dengan memperluas struktur PPA.

“Luar biasa saat ini saya kira apa yang menjadi program Kapolri. Kita doakan saja mudah-mudahan apa yang diserahkan Bapak Kapolri ini bisa segera terwujud,” ungkap Fadil di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (15/2).

Fadil mengaku bahwa masih banyak anggotanya yang kurang paham saar menghadapi korban kejahatan kekerasan terhadap anak, mulai tahap pelaporan sampai penyidikan.

Contohnya, masih ada saja anggotanya yang mengabaikan laporan korban.

“Mudah-mudahan teman-teman saya di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) bisa memahami betul mengapa kejahatan terhadap perempuan dan anak itu perlu mendapat perlakuan khusus,” tuturnya.

"Ini juga berpengaruh pada sikap polisi-polisi itu. Nah, ini tidak boleh terjadi. Perempuan yang menjadi korban tindak pidana itu pasti disautin mengalami kerugian HAM, fisik dan kerugian material," tambahnya.

Fadil menuturkan korban juga pasti mengalami traumatik psikologis. Maka, eks Kapolda Jawa Timur itu menginstruksikan jajarannya agar tidak boleh lagi menutup mata dan telinga terhadap persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Fadil juga meminta stigma PPA bukan hanya sebagai pelengkap, stigma Polda Metro Jaya adalah tempat orang bermasalah harus dibuang jauh-jauh. “Tanpa perempuan kita bukan siapa-siapa, harus kita sadari itu. Kekuatan-kekuatan itu harus kita tumbuh kembangkan,” pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Wisma Atlet Kemayoran Rawat 173 Pasien Covid-19

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 21:40 WIB
Yoga memerinci pasien terpapar covid-19 terdiri dari 67 pria dan 106...
Ist

Holding BUMN Farmasi Turut Meriahkan Jakarta Fair 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:58 WIB
Kemenkes juga turut mengajak Holding BUMN Farmasi (Biofarma, Kimia Farma, Indofarma) untuk memeriahkan event tahunan Ulang Tahun Kota...
dok.ist

Dedy Irsan Resmi Kepala Ombudsman RI Jakarta Raya 2022-2027

👤 Selamat Saragih 🕔Minggu 03 Juli 2022, 19:49 WIB
Plt Ombudsman Jakarta Raya Dedy Irsan dilantik menjadi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya periode...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya