Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Toilet Jangan Dipandang Sebelah Mata

Beo/J-3
20/5/2016 08:10
Toilet Jangan Dipandang Sebelah Mata
(MI/Galih Pradipta)

RUMAH atau gedung tanpa toilet itu menyiksa.

Namun, lebih menyiksa ada toilet tapi kotornya minta ampun.

Bukan hanya aroma tak sedap saja, itu bisa menyebabkan menyebarnya berbagai penyakit.

Demikian penggambaran Ketua Asosiasi Toilet Indonesia Naning Adiwoso kepada Media Indonesia, kemarin.

Agar tidak menjadi sarang penyakit, toilet harus dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang bersih dan higienis.

"Toilet merupakan ruangan yang sejatinya untuk memenuhi kebutuhan fisik, sosial, dan psikologis lainnya," kata Naning.

Toilet sebagai fasilitas umum, menurut Naning, harus memperhatikan aspek desain, perilaku pengguna, perawatan, dan komitmen pengelola.

Untuk aspek desain, toilet umum seharusnya dibuat luas karena dipakai tidak hanya oleh satu atau dua orang.

Selain itu, harus ada urinoir untuk toilet pria dan bilik dengan WC.

"Kemudian ada wastafel, kaca, tisu atau pengering tangan elektronik, dan tempat sampah. Semuanya harus berfungsi, air harus mengalir dan tisu juga tersedia," tutur Naning.

Perawatan toilet juga penting karena kondisinya harus kering.

Jika banyak genangan air di toilet, khususnya di lantai, dikhawatirkan bakal membuat pengguna terpeleset.

Naning juga menyarankan WC yang ada dilengkapi dengan selang air menggantikan bak atau ember untuk mencegah toilet menjadi lembap.

Terkait dengan toilet di lima polres di Ibu Kota yang jorok, bagi Naning, itu memperlihatkan aspek perawatan tidak diperhatikan.

Padahal, tugas polisi ialah melayani masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto beralasan minimnya anggaran menyebabkan perawatan toilet terkendala.

Sekitar 70% dari anggaran yang ada untuk membayar gaji.

Sisanya, terbagi untuk biaya operasional dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

"Nanti kami lihat seperti apa parahnya toilet. Saya juga cerewet soal kebersihan, tapi itu percuma kalau anggaran tidak ada," kilahnya.

Sebenarnya, ungkap Moechgiyarto, urusan toilet bisa diselesaikan setiap kapolres.

Kapolres bisa mencari dana corporate social responsibility (CSR) untuk menyiasati minimnya anggaran.

"Masak kapolres enggak bisa cari dana CSR? Berarti Anda (kapolres) tidak inovatif," tandasnya. (Beo/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya