Selasa 07 Desember 2021, 10:28 WIB

Dinas SDA DKI Pastikan Pembangunan Tanggul NCICD Berlanjut

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dinas SDA DKI Pastikan Pembangunan Tanggul NCICD Berlanjut

MI/ANDRI WIDIYANTO
Pekerja memasang bambu dan seng untuk menutupi tanggul NCICD di Muara Baru, Jakarta Utara

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan upaya antisipasi terhadap banjir rob yang sering terjadi, terutama di wilayah pesisir Jakarta Utara. Salah satunya dengan pembangunan tanggul pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di sepanjang pesisir Ibu Kota. 

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah melaksanakan pembangunan tanggul NCICD sejak 2016 hingga 2019, kemudian dilanjutkan kembali pada 2021, dengan target total sepanjang 790 meter.

NCICD merupakan proyek strategis nasional untuk membangun tanggul pantai di sepanjang garis pantai Jakarta. 

Baca juga: Dikritik Publik, Anies Instruksikan Evaluasi Kontraktor Pembuatan Sumur Resapan

Selain untuk menanggulangi banjir rob, pembangunan tanggul NCICD dilakukan sebagai upaya pengamanan dan penataan kawasan pesisir Utara Jakarta serta perbaikan lingkungan. 

Saat ini, pembangunan tanggul NCID terkendala tingginya pasang laut yang terjadi sejak Jumat (3/12) di beberapa area seperti Jl Lodan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jl RE Martadinata, Tanjung Priok, Muara Baru, dan Kawasan Si Pitung Marunda. 

Laut pasang terjadi pada pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, dan mulai surut di siang hingga malam hari.

Namun, proses pembangunan tanggul NCICD akan terus diupayakan secara berkelanjutan dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, terutama para stakeholder yang aktivitasnya bersinggungan langsung dengan trace tanggul NCICD.

"Dinas SDA akan mendorong dan mengupayakan agar para stakeholder yang berada di area pesisir Jakarta juga dapat turut membantu dalam proses pembangunan tanggul. Sehingga target untuk mengamankan wilayah pesisir DKI Jakarta dapat segera tercapai," terang Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Yusmada Faizal, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12).

Banjir rob terjadi akibat air laut yang melimpas melewati tanggul karena tinggi tanggul eksisting saat ini tidak dapat menahan gelombang pasang air laut, terutama jika Tinggi Muka Air (TMA) laut melebihi +240 PP. Rata-rata tinggi genangan yang terjadi akibat banjir rob tersebut setinggi 20-50cm.

Selain itu, Dinas SDA juga berencana akan membangun 2 sistem polder pesisir yaitu Polder Kamal dan Polder Marunda, yang pembangunannya terdiri dari Pintu Air, Pompa, dan Waduk. Polder tersebut nantinya akan terintegrasi dengan tanggul NCICD yang saat ini masih berproses. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Tangcity Mall

Sambut Imlek, Tangcity Mall Gelar Hoki Panda Town 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 21:58 WIB
Sederet aktivitas digelar agar tiap anggota keluarga merasakan kemeriahan sambil mendapat pengalaman baru yang bermanfaat di suasana Tahun...
Dok. Sahabat Ganjar

Sahabat Ganjar Bagi Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19 di Jakarta 

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 20:49 WIB
Pada kegiatan sosial kali ini dihadiri oleh DPW Sahabat Ganjar Jakarta, DPC Sahabat Ganjar masing-masing Kota Jakarta dan relawan Sahabat...
MI/Tri Subarkah

Pendapatan Parkir di Cikini Berkurang Usai Trotoar Dilebarkan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 18:52 WIB
pendapatan parkir di kawasan itu jauh menurun saat trotoar sudah selesai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya