Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Stasiun Maja yang makin Memanjakan

Deni Aryanto
12/5/2016 08:40
Stasiun Maja yang makin Memanjakan
(Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko (kanan) bersama Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya (kiri) saat peresmian Stasiun Maja,--ANTARA/Rivan Awal Lingga)

STASIUN kereta api Maja yang berada di Lebak, Banten, kini tampil modern. Bersama dua stasiun lainnya, Kebayoran dan Parung Panjang, bangunan stasiun yang dibuat di zaman pemerintah kolonial Belanda itu dipugar habis-habisan agar mampu memberikan kenyamanan bagi penumpang.

"Yang tak kalah penting ialah untuk menampung lebih banyak penumpang karena pengguna commuter line terus meningkat," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko saat meresmikan pengoperasian tiga stasiun itu di Stasiun Maja, kemarin (Rabu, 11/5).

Didampingi Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya, Hermanto memaparkan bangunan dua lantai itu bisa menampung 1.113 orang dengan dua peron yang bisa menampung 4.687 orang.

Tiga stasiun yang barus saja dipugar itu kini sudah dilengkapi fasilitas modern, seperti lift dan eskalator untuk memanjakan penumpang. Selain itu, disediakan ruang menyusui, ruang kesehatan, musala, dan toilet yang bersih.

"Total pembiayaan untuk pembangunan ketiga stasiun ini berasal dari APBN sebesar Rp112 miliar. Revitalisasi akan dilakukan terhadap semua stasiun dan akan terus dilakukan secara bertahap," tambah Hermanto.

Tak cuma bangunan stasiun yang dipercantik. Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga tengah mengebut pengerjaan jalur rel listrik ganda guna menambah frekuensi perjalanan.

Hingga saat ini, pembangunan jalur ganda elektrifikasi yang sudah dimulai sejak 2006 telah mencapai 45,6 km (termasuk segmen Parungpanjang-Maja).

Diharapkan, tahun depan, dengan selesainya jalur ganda dan elektrifikasi lintas Maja-Rangkasbitung, lintas Tanah Abang-Rangkasbitung dapat sepenuhnya dilayani kereta listrik.

"Ditargetkan, sisanya sudah dapat terealisasi pada 2017 mendatang. Pembangunan jalur ganda ini untuk mengurangi waktu tunggu kereta saat lansir. Dengan begitu, secara otomatis, akan mengurangi beban jalan raya karena lebih banyak yang beralih ke kereta api," terang Hermanto optimistis.

Pada kesempatan itu, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakatnya kepada pemerintah pusat. Misalnya saja soal ongkos commuter line bagi pelajar yang disamakan dengan penumpang umum.

"Berdasarkan pengamatan saya, banyak pelajar yang naik kereta untuk berangkat-pulang sekolah. Saya tanya, 'kamu naik kereta bayar berapa?', mereka jawab, 'sama dengan yang lain'. Saran saya Pak, kepada pelajar agar diberikan tarif khusus yang lebih murah supaya mereka tidak terbebani selama menimba ilmu," ujar Iti yang langsung disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Saat mendengar masukan tersebut, Hermanto menyatakan apresiasinya. Ia berjanji dalam waktu dekat akan membuat kajian tarif khusus pelajar tersebut. "Jangan sampai tarif khusus pelajar ini malah dimanfaatlan oleh orang dewasa," ujarnya.(J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik