Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUMDA Pasar Jaya mencatat sebanyak 26.434 orang telah menerima vaksin covid-19. Mereka terdiri dari pedagang, pegawai, petugas kebersihan, petugas keamanan, petugas parkir, hingga masyarakat.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin merinci penerima vaksin di Pasar Tanah Abang sebanyak 14.000 orang, Pasar Induk Kramat Jati 3.000 orang, Pasar Kebayoran Lama 1.767 orang, Pasar Kenari Lama 650 orang, dan karyawan Pasar Jaya 800 orang.
"Untuk di Pasar Kramat Jati 600 orang, Pasar Blok M Square 4.272 orang dan di Pasar Rumput mencapai 1.355 orang," ujarnya, Senin (19/7).
Baca juga: Jakarta belum Layani Kremasi Jenazah Covid-19
Menurutnya, minat pedagang dan masyarakat untuk divaksin cukup tinggi sejak awal kegiatan vaksinasi dimulai. Hal itu disebabkan komunikasi yang baik dengan seluruh pihak, khususnya, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kesadaran pedagang kita untuk divaksin cukup tinggi. Selain itu testimoni antarpedagang juga membuat antusias terhadap vaksinasi meningkat," terangnya.
Menurutnya, pedagang akan merasa lebih aman dan nyaman untuk berdagang melayani konsumennya setelah divaksin. Hal itu juga berlaku bagi pengunjung yang semakin yakin kembali berbelanja karena para pedagang sudah divaksin.
"Sejak awal, kita terus dukung dan bantu segala kesiapannya termasuk melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar semuanya mau menerima vaksin ini. Gerakan vaksinasi ini diharapkan bisa membantu pelaku UMKM di pasar untuk bisa mulai bangkit, apalagi pasar itu berada di sektor kritikal yang keberadaanya sangat diperlukan untuk mendukung kebutuhan warga DKI Jakarta," bebernya.
Ia menambahkan, Perumda Pasar Jaya memiliki komitmen mendukung program vaksinasi covid-19 ini dengan harapan terwujudnya herd immunity agar pandemi ini bisa berangsur terkendali.
"Meski sudah menerima vaksin, pengetatan protokol kesehatan di dalam pasar masih menjadi hal prioritas pengelola. Hal ini dilakukan agar pasar tetap aman dan tidak menjadi tempat penyebaran covid-19," tandasnya. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved