Selasa 18 Mei 2021, 21:18 WIB

Sandiaga Puji Anies yang Tutup Obyek Wisata karena Dibanjiri Warga

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Sandiaga Puji Anies yang Tutup Obyek Wisata karena Dibanjiri Warga

ANTARA
Taman Impian Jaya Ancol.

 

LANGKAH Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan kepala daerah lainnya yang menutup obyek wisata karena membludaknya pengunjung diapresiasi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menutup sementara sejumlah tempat wisata sejak 15 hingga 17 Mei, seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta Taman Margasatwa Ragunan.

Baca juga: 3.432 Pengendara Pribadi Dites Antigen Selama Arus Balik

"Kita lihat langkah-langkah antisipatif perlu kita apresiasi seperti di DKI Jakarta dengan penutupan Ancol, Ragunan. Serta langkah pemerintah daerah lain untuk melakukan penutupan di apantai Anyer, Carita, dan destinasi lain di Banten," ucap Sandiaga dalam Weekly Briefing Media secara virtual, Selasa (18/5).

Sandiaga juga menyambut baik langkah Pemprov Jawa Barat yang juga tegas menutup tempat wisata karena adanya kerumunan warga atau melebihi dari kapasitas pengunjung, seperti penutupan sementara Waterpark HJR, di Kecamatan Jatisari, lalu Geopark Ciletuh di Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat yang juga dipadati wisatawan.

"Dengan kewenangan yang dilimpahkan ke pemerintah daerah dan Satgas Covid-19 (daerah), maka desain kebijakan ada di mereka dengan memberikan keleluasaan mengambil keputusan tegas dengan menutup maupun memberikan sanksi bagi pengelola wisata," jelas Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Kemenparekaraf menyoroti soal membludaknya tempat wisata mesti diperbaiki kedepannya. Sandiaga mengaku tengah mengevaluasi kebijakan tersebut. Menurutnya, kedepan masih ada hari libur yang dikhawatirkan akan menyebabkan masalah yang sama, jika pengelola wisata tak tegas membatasi pengunjung.

"Ini menjadi evaluasi kami, apalagi ada libur-libur kedepan, seperti Hari Waisak dan lainnya. Kami berikan pengarahan yang jelas kepada penyelenggara destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif untuk bersiap-siap berkoordinasi dengan pemda dalam protokol kesehatan," tandasnya.

Sebelumnya, Manajemen Taman Impian Jaya Ancol memgaku mendapat teguran keras dari Anies Baswedan usai kerumunan massa yang terjadi dan pengunjung kurang mematuhi protokol kesehatan saat liburan lebaran, Jumat (14/5). Usai menerima teguran, Sahir menyebutkan pihaknya mengevaluasi dan mengambil kebijakan untuk menutup sementara objek wisata Ancol.

"Ini (penutupan Ancol) merupakan tindak lanjut dari teguran Pak Gubernur. Diinstruksikan untuk langsung tutup pantai. Kami langsung bertindak sejalan dengan upaya Pemprov DKI untuk menekan potensi penyebaran COVID-19,” kata Sahir pada (16/5) lalu. (OL-6)
 

Baca Juga

Antara

Anggaran Penanganan Covid-19 DKI Tahun Jauh Berkurang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:29 WIB
JUMLAH anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD DKI Jakarta tahun ini hanya Rp2,1...
winnetnews.com

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Remaja di Jakbar

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:17 WIB
Seorang remaja bernama Idris Saputra, 18, ditembak oleh orang tak dikenal di kawasan Mangga Besar, Taman Sari Jakarta Barat, Selasa (22/6)...
ucdavis.edu

Wagub Tegaskan Non DKI Bisa Terima Vaksin di Wilayahnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:11 WIB
Warga non DKI dimungkinkan untuk dilayani mendapatkan vaksinasi di Jakarta dengan syarat membawa surat keterangan domisili saat datang ke...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya