Senin 17 Mei 2021, 16:43 WIB

Ada Stiker Khusus bagi Kendaraan Lolos Penyekatan

Hilda Julaika | Megapolitan
Ada Stiker Khusus bagi Kendaraan Lolos Penyekatan

Antara
Ilustrasi

 

POLDA Metro Jaya akan memasang stiker pada kendaraan mobil dan motor yang telah lolos pemeriksaan di titik penyekatan. Salah satu syarat lolos penyekatan adalah wajib membawa surat tes bebas covid-19. Nantinya, kendaraan yang tidak mendapatkan stiker akan mendapatkan pengetesan antigen terlebih dahulu. Setelah itu, baru diberikan stiker khusus dengan barcode dari Polda Metro Jaya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan hal ini merupakan upaya yang dilakukan dengan inovasi dalam memantau mobilitas kendaraan arus balik. Sehingga diharapkan bisa meminimalisir terjadinya klaster mudik yang biasanya terjadi pada saat arus balik lebaran.

“Terus diinovasikan bersama-sama setiap habis pemeriksaan kendaraan roda 4 dan roda 2 itu diberikan stiker. Jadi ada Jawa Timur stikernya sendiri, Jawa Tengah stikernya sendiri, Jawa Barat ada stiker sendiri, dan Polda Metro ada stiker juga, dari Lampung stikernya ada, dan Banten ada,” papar Yusri, di Polda Metro Jaya, Senin (17/5).

Baca juga : Selama Larangan Mudik, Penumpang KA Jarak Jauh Turun 83%

“Untuk apa? Untuk bisa memberikan para petugas-petugas di lapangan misalnya Polda Metro di KM 34 bisa tahu bahwa ‘oh kendaraan ini sudah distiker berarti sudah dilakukan pemeriksaan atau penyekatan di pos-pos sebelumnya’. Karena warnanya berbeda-beda,” imbuhnya.

Proses pemeriksaan ini dilakukan di 14 titik penyekatan. Termasuk salam satunya yang paling besar di KM 34 di daerah Cibatu, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Sehingga untuk kendaraan yang tidak memiliki stiker akan dilakukan random tes antigen. Setelah itu, barulah dipasangkan stiker dengan barcode khusus oleh Polda Metro Jaya.

Misalnya, Yusri mencontohkan, dalam satu mobil terdapat 6 orang, maka akan dilakukan random test sebesar 50%. Artinya hanya 3 (orang) yang menjalani swab antigen. Apabila hasil tes negatif maka pihaknya meyakini bahwa semua orang dalam satu mobil itu negatif atau non reaktif.

Akan tetapi apabila dari random tes tersebut dan ada satu orang saja reaktif. Maka keenam penumpang harus langsung dirujuk ke RS Wisma Atlet untuk dilakukan tes swab PCR. Apabila hasi tes tersebut positif maka akan langsung dirawat di RS Wisma Atlet atau jika memerlukan RS rujukan akan diupayakan.

“Sama dengan roda dua, juga mendapat stiker, yang tidak ada stiker wajib kita lakukan pemeriksaan. Misalnya, di Kedungwaringin, sudah disiapkan di sana, kita swab mereka semua. Itu kegiatan pertama untuk memutus mata rantai,” pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/M. Irfan

Anies Diusung NasDem, Wagub : Saya Tetap Dukung Prabowo Jadi Presiden

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 11:47 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi Gubernur Anies Baswedan yang sudah secara resmi diusung oleh partai politik untuk...
Dok.SIG

SIG Turut Wujudkan Impian Pejalan Kaki Untuk Memiliki Trotoar Yang Ramah Dan Aman di Jakarta

👤Media Indonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 06:51 WIB
SIG turut berpartisipasi dalam kegiatan penataan trotoar di Jakarta dari tahun 2016 hingga saat...
Antara

Update 3 Oktober 2022: 384 Kasus Covid-19 Terdeteksi di DKI Jakarta

👤MGN 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:45 WIB
That figure is equivalent to 33.9 percent of the total cases...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya