Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSEUM of Toys yang di dirikan sejak Desember 2018, merupakan sebuah inisiatif dari Win Satrya, Deasy Sutanto & Heliandi Saputra untuk memperkenalkan Art Toys atau biasa juga di sebut dengan Designer Toys dari seluruh dunia. Ribuan koleksi pribadi Win Satrya di perlihatkan dan di display untuk dinikmati khalayak.
Museum of Toys yang juga dikenal sebagai MOT memulai aktif pada 2019 pada ajang pertama mereka di Aksara, Kemang dengan tema MOT Moment dan acara itu menjadi titik awal MOT untuk mengembalikan dunia Art Toys di Indonesia yang sempat padam.
Baca juga: Enam Museum di Surabaya Beroperasi Lagi dengan Prokes Ketat
Selanjutnya MOT mendapatkan banyak dukungan dari berbagai para pelaku skena kreatif yang berbeda beda, seperti Seni Rupa, Graffiti, skateboard, tattoo artist bahkan Sneakers dan outfit.
Selain sebagai Museum, MOT juga mulai mempernalkan platform kanvas baru yaitu 3 dimensi blank canvas. Pertama kali nya MOT mengeluarkan platform Blank Canvas 3 dimensi Bersama Jakarta Sneakers Day ( JSD ) dengan nama Dead Stock dan berkolaborasi dengan lebih dari 30 para pelaku seni mulai dari seni rupa, hingga illustrator dan dipamerkan di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada July 2019.
MOT mengenalkan sebuah karya seni dalam media yang baru yaitu material Vinyl berkolaborasi dengan Artist Graffiti top Jakarta yaitu yang dikenal dengan “Darbotz” yang melaunching untuk pertama kali nya “Monsterball Totem” Art Toys Vinyl pada acara ART Jakarta 2019.
MOT yang dengan visi nya untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia melalui platform Art Toys mengusung #proudlymadeinindonesia mulai memproduksi karya anak bangsa untuk pertama kali nya di Indonesia.
“Di dalam setiap produk kami akan selalu tercantum proudly made in Indonesia” ujar Win Satrya. Ia berharap produk bangga buatan Indonesia akan mendunia melalui media Art Toys.
Pandemi covid-19 yang melanda dunia sempat membuat MOT mengalami juga kesulitan di dalam pergerakkan nya untuk memajukan perekonomian kreatif di Indonesia, dan melalui banyak dukungan dari banyak pihak MOT bisa Kembali untuk mengembalikan gairah kreatif di Indonesia.
Pada awal 2021 ini dengan exhibition yang di laksanakan di Ashta District 8 Senopati, MOT kembali memperkenalkan sebuat platform blank canvas 3 dimensi bernama Namue karya anak bangsa Gilang Ayyobbi dengan karakter orangutan yang didukung oleh salah satu perbankan di Indonesia dan berkolaborasi dengan 70 para pelaku seni di Indonesia masih kita nikmati sampai Juni 2021 dengan tema 'The Habitat di mana publik di ajak untuk peduli dengan lingkungan.
Pada akhir pekan ini di lokasi yang sama yaitu Ashta Distict 8, MOT Kembali Bersama dengan Cans Gallery mengajak 6 para pelaku seni yaitu Darbotz, Arkiv Vilmansa, Muklay, Okyrey Montha, Abell Octovan, Mochtar Sarman untuk melakukan Exhibiton nya dengan platform 2 dimensi dan 3 dimensi.
“Pada event ini kami sangat berharap perekonomian kreatif dapat kembali bergairah, kembali bangkit dari keterpurukan dan masyarakat Indonesia pun dapat kembali menikmati karya anak Indonesia” ujar Heliandi pada acara pembukaan exhibiton bertema Happy Toygether.
“Sekaligus kami Kembali mengembalikan visi kami untuk menjadi jendela dunia yaitu Indonesia untuk dunia,” tambahnya. (RO/A-1)
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved