Kamis 06 Agustus 2020, 14:15 WIB

Desain Tanggul Laut Raksasa Teluk Jakarta Selesai Tahun Ini

mediaindonesia.com | Megapolitan
Desain Tanggul Laut Raksasa Teluk Jakarta Selesai Tahun Ini

Istimewa
Desain tanggul laut raksasa lepas pantai Jakarta selesai tahun ini.

 

UNTUK pencegahan banjir di Jakarta yang disebabkan oleh penurunan permukaan tanah Jakarta dengan laju rata-rata 18 cm per tahun, pre-design tanggul laut raksasa lepas pantai Jakarta telah selesai pada Juli lalu. Laporan akhir akan diserahkan ke Pemerintah Indonesia pada akhir 2020.

Sejak akhir 2016, Korea Rural Community Corporation (KRC), yang merencanakan dan merancang Saemangeum Seawall, bertanggung jawab atas studi kelayakan dan pre-design dari tanggul laut lepas pantai Jakarta.

Saat ini, tim teknis dari KRC dan konsultan terkait dalam status kembali ke Korea Selatan sejak Maret 2020 dikarenakan oleh pandemi Covid-19 di Indonesia. Namun, pengerjaan laporan terus dilakukan secara kontinyu dengan terus menerus berkonsultasi dengan KOICA dan Pemerintah Indonesia.

Berbeda dengan Saemangeum Seawall, tanggul laut Jakarta dirancang sebagai “tanggul terbuka” yang dihubungkan dengan lima (5) jembatan dengan total panjang 21.1 km di mana sirkulasi air laut bisa terjadi di area open gap seluas total 3.4 km.

"Hanya Korea Selatan yang memiliki pengalaman membangun tanggul laut skala besar seperti Saemangeum dan inilah yang menyebabkan Pemerintah Indonesia mempercayakan desain proyek ini kepada Pemerintah Korea bukan Belanda,” kata Kim Insik, CEO dari KRC dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8).

“Diharapkan juga bahwa Pemerintah Indonesia akan membuat keputusan akhir yang akan mempererat kerja sama kedua negara dengan mempertimbangkan hasil studi kelayakan dan pre-design yang telah kami ajukan,” tambah Kim Insik.

Baca Juga: Terganjal Aturan, Tanggul Laut bakal Molor

Studi kelayakan dan pre-design ini dibiayai oleh KOICA dengan total biaya sebesar 9 miliar Won.
KRC telah bekerja di Indonesia sejak tahun 1976 dan sejauh ini telah melaksanakan 54 proyek termasuk konsultansi pembangunan bendungan, pengelolaan sumber daya air, perbaikan irigasi dan drainase, dan pengendalian banjir.

Kepala perwakilan kantor KRC Indonesia, Hosung Nam, mengatakan, Indonesia adalah negara di mana KRC telah melakukan kerja sama terkait dengan infrastruktur pertanian sejak 1976. Pihaknya selalu mengupayakan yang terbaik dalam pengerjaan proyek. Sementara ini ada 2 proyek yang sedang dikerjakan yaitu Bendungan Karian dan Modernisasi Irigasi di Mrican.

“Selain itu, kami ingin terus melanjutkan hubungan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk bersama-sama memajukan pertanian di kedua negara melalui pengembangan lahan pertanian, pangan, dan infrastruktur pertanian,” tambahnya. (OL-13)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

DPRD DKI Minta Sekolah Buat Kurikulum yang Dukung Skill Pelajar

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 10:48 WIB
Misalnya dengan menguatkan kegiatan berupa pidato, mengasah kemampuan public speaking, korespondensi, hingga...
ANTARA FOTO/Indrayadi

Soal Ekstrakurikuler Sepeda, DPRD: Membebani & Rawan Perundungan

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 10:41 WIB
Ekstrakulikuler bersepeda ada kemungkinan memaksa orangtua membelikan anaknya sepeda, belum lagi jika muncul perundungan lantara perbedaan...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Fraksi PKS: Kasus Covid-19 Tinggi, Wajar PSBB diperpanjang

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 10:26 WIB
“Hari ini kasus covid-19 di DKI bertambah 3.512 kasus, sehingga total kasus covid-19 di Jakarta sampai hari ini mencapai 249.815...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya