Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Polri Amankan Sabu 402,38 Kg Diduga Miliki Sindikat Timur Tengah

Yakub Pryatama Wijayaatmaja
07/6/2020 15:05
Polri Amankan Sabu 402,38 Kg Diduga Miliki Sindikat Timur Tengah
Narkoba(Ilustrasi)

POLRI melalui Tim Satgasus Bareskrim Polri dan Satgas Merah Putih berhasil membongkar upaya penyelundupan 402,38 kilogram sabu yang diduga berasal dari jaringan internasional Timur Tengah.

Kepala Satgas Khusus Merah Putih Brigjen Pol, Ferdy Sambo, mengatakan hingga saat ini timnya terus melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengusut jaringan penyebaran narkoba asal Timur Tengah itu.

Terakhir, Satgas Merah Putih dan Mabes Polri telah mengamankan dua oknum yang diduga termasuk dalam sindikat jaringan pengedar narkoba Timur-Tengah di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (6/6).

"Masih pengembangan, dan kami terus melakukan penyisiran di area penyebaran narkoba," ujar Ferdy kepada mediaindonesia.com, Minggu (7/6).

Ferdy menuturkan kepolisian akan terus telusuri keterlibatan para tersangka dengan jaringan internasional usai mengamankan 402 kilogram sabu yang diduga diselundupkan dari Iran melalui laut dengan metode pengiriman dari kapal ke kapal.

Baca juga :Pengemudi Ojol Bisa Tolak Penumpang yang tidak Pakai Masker

Para tersangka ini diduga menerima sabu tersebut melalui jalur laut yang minim pengawasan karena ombak yang tinggi di wilayah Pantai Selatan.

"Kami masih kembangkan jaringannya ke pelaku-pelaku yang diduga juga pernah menerima ship to ship atau kemudian orang warga negara asing yang jadi penghubung," tutur Ferdy.

Sebelumnya, Satgas Merah Putih dan Mabes Polri telah mengamankan 8 orang tersangka dalam perkara penyelundupan 402 kg narkoba di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/6).

Kasus terkuak berkat hasil penyelidikan kepolisian yang ikut membuntuti dua orang kru kapal yang membawa 2 kg jenis sabu di Pelabuhan Ratu.

Ferdy menuturkan bahwa penyebaran narkoba ini model baru karena langsung dari Iran dan merupakan jaringan Timur Tengah. "Ini model baru karena dalam jaringan narkoba Timur-Tengah,” ucap Ferdy. (OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya