Senin 11 Mei 2020, 15:40 WIB

Direkomendasikan jadi Cagar Budaya, Inilah Keistimewaan Sarinah

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Direkomendasikan jadi Cagar Budaya, Inilah Keistimewaan Sarinah

MI/Fransisco Carollio Hutama Gani
Gedung Sarinah

 

GEDUNG Plaza Sarinah sudah direkomendasikan untuk menjadi bangunan cagar budaya tingkat provinsi sejak tahun lalu. Oleh karenanya proses renovasi Sarinah harus melalui sidang bersama Tim Sidang Pemugaran (TSP).

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Herry Wardhana, mengatakan rekomendasi dikeluarkan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta.

"Sudah, sudah diusukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). TACB orang yang punya keahlian kemampuan di bidangnya melakukan kajian bangunan cagar budaya yang saat ini diduga sebagai bangunan cagar budaya," kata Iwan saat dikonfirmasi, Senin (11/5).

Menurutnya, dari rekomendasi itu ada sejumlah keistimewaan gedung Plaza Sarinah sehingga menjadikannya patut memiliki status cagar budaya dan wajib dijaga kelestariannya.

Salah satu keistimewannya antara lain adalah fakta sejarah bahwa gedung Plaza Sarinah adalah gedung pencakar langit pertama di Indonesia yang berfungsi sebagai bangunan komersial campuran. Memiliki tinggi 75 meter, gedung Plaza Sarinah dibangun sejak 1963 dan selesai pada 1966 atau sudah berdiri sejak 54 tahun silam.

"Sarinah dibangun tahun 1963-1966. Bangunan ini arsitekturnya modern itu punya dasar sejarahnya. Dia adalah pencakar langit pertama yang ada di Indonesia yang difungsikan sebagai bangunan komersial campuran. Ya ini kan waktu itu menjadi gedung yang terbaik pada zamannya," kata Iwan.

Plaza Sarinah kemudian berfungsi menjadi pusat etalase dan promosi produk dalam negeri. Penyelesaian pembangunan Sarinah pun menjadi salah satu kebanggaan Indonesia.

"Sarinah dibangun untuk menunjukkan kebesaran bangsa yang baru merdeka. Itu ada beberapa catatan rekomendasi dari TACB yang menentukan sarinah sebagai bangunan cagar budaya," tukasnya.

Sarinah juga memiliki nilai sejarah. Nama Sarinah diambil dari pengasuh Presiden ke-1 RI Soekarno. Dari Sarinah, Soekarno mendapat berbagai pelajaran kehidupan. Ia pun sangat teringat dengan sosok pengasuhnya tersebut sehingga menamakan pusat perbelanjaan pertama di Indonesia itu dengan nama Sarinah.

Persetujuan Pemprov DKI Jakarta terhadap renovasi Sarinah pun ditegaskan oleh Iwan tetap harus menunggu proses sidang Tim Sidang Pemugaran (TSP) selesai.

"Kita tunggu, kita lihat nanti bagaimana," ungkapnya.(OL-4)

Baca Juga

M/Andri Widiyanto

Depok Mulai Terapkan Uji Coba GaGe di Jalur Margonda

👤Kisar Rajagukguk 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:05 WIB
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok menerapkan uji coba ganjil-genap (GaGe) di jalur Margonda Kota Depok,setiap akhir...
MI/Andri Widiyanto

Sumur Resapan di Lebak Bulus Diaspal dan Dirapikan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 10:26 WIB
KEPALA Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Mustajab menyebut bahwa seluruh ruas jalan Lebak Bulus yang ada sumur resapan...
Antara

Polda Metro Pastikan Penembakan Exit Bintaro tak Terkait Ketua DPRD

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 22:55 WIB
Menurutnya hubungan antara O dengan Ipda OS hanya hubungan personal yang tidak ada kaitannya dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya