Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Dibutuhkan, Relawan Tenaga Medis Untuk Tangani Covid-19

Putri Anisa Yuliani
28/3/2020 08:00
Dibutuhkan, Relawan Tenaga Medis Untuk Tangani Covid-19
Petugas medis melakukan foto dengan memegang tulisan "Kami Tetap Bekerja Untuk Kalian, Kalian Tetap di Rumah Untuk Kami" di RSCM, Jakarta.(MI/Ramdani)

JUMLAH kasus positif virus korona, pasien dalam pengawasan (PDP), atau orang dalam pemantauan (ODP) di ibu kota terus bertambah setiap hari.

Kasus positif virus korona di Indonesia sudah mencapai 1.046 dengan 566 kasus ada di Jakarta.

Para pasien itu tidak lagi hanya ditangani rumah sakit rujukan. Seluruh fasilitas kesehatan, termasuk RSUD serta puskesmas, ikut menangani. Sehingga membutuhkan jumlah tenaga medis yang banyak.

Untuk menjawab kebutuhan tenaga medis itu, Pemprov DKI memanggil para relawan tenaga medis untuk turut membantu.

Baca juga: Jemput Bola Menguntungkan Warga

"Jakarta memanggilmu relawan tenaga kesehatan. Untuk ikut berpartisipasi menanggulangi COVID-19 sebagai relawan tenaga kesehatan," dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Jumat (28/3).

Tenaga medis yang dibutuhkan, yakni; dokter spesialis paru, dokter umum, perawat, dokter spesialis penyakit dalam, serta pranata lab genetika, dan biologi molekuler dengan syarat menguasai metode PCR.

Tidak hanya tenaga medis, Pemprov DKI juga menerima bantuan relawan yang bersedia menyumbang tenaga dan keahlian. Mereka akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, atau Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Para relawan itu akan mendapatkan akomodasi dan transportasi dari penginapan ke rumah sakit. Para relawan juga harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

Bagi masyarakat yang tertarik dan ingin menjadi relawan dapat mendaftarkan diri ke bit.ly/relawannakesjakarta atau membuka laman https://jdcn.jakarta.go.id/kolaborasi-tanggap-corona

Pembukaan relawan penanganan virus korona juga dilakukan pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Covid-19 yang dinaungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dibutuhkan setidaknya 1.500 dokter dan 2.500 perawat, kemudian sopir ambulans, serta tenaga medis lainnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya